PMI Tembus 53,3! Industri Manufaktur Indonesia Melaju di Zona Ekspansi
📅 Senin, 01 Des 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/ Maulana Surya
JAKARTA – Aktivitas industri manufaktur kini kembali memasuki zona ekspansif seiring meningkatnya permintaan di pasar domestik. Kenaikan permintaan itu mencerminkan pulihnya daya beli dan membaiknya kepercayaan konsumen, yang kemudian mendorong peningkatan kapasitas produksi.
Pergerakan ini menjadi sinyal positif bagi prospek pertumbuhan industri manufaktur nasional. Selain itu, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi mulai mengakar lebih kuat di sektor riil.
Laporan S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia mencapai 53,3 pada November 2025, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Dalam pembacaannya, indeks di atas 50 menunjukkan kinerja manufaktur ekspansif, sementara di bawah 50 mengindikasikan adanya kontraksi.
“Capaian ini tentunya meningkatkan semangat kami, meskipun hasil survey PMI bukan dasar kami dalam menentukan kebijakan. Kita tetap mengacu pada IKI, karena indikator tersebut merekam dinamika subsektor, mengaitkan data dengan struktur industri, dan memetakan sentimen pelaku usaha dengan lebih presisi,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (1/12).
Peningkatan tersebut terutama digerakkan oleh lonjakan pesanan baru yang mencapai level tertinggi dalam 27 bulan terakhir. Sebagian besar responden menyebut peningkatan jumlah pelanggan domestik sebagai faktor pendorong, sementara permintaan dari luar negeri justru menyusut cukup tajam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi ini mendorong produsen meningkatkan produksi kembali setelah periode stagnasi, sekaligus memperbesar stok barang jadi guna mengantisipasi permintaan lanjutan. Kenaikan permintaan juga berdampak pada kapasitas kerja pabrik.
Perusahaan mencatat akumulasi pekerjaan yang signifikan, tertinggi selama lebih dari empat tahun. Untuk menjaga kelancaran produksi, banyak pelaku industri menambah tenaga kerja meskipun tidak secepat bulan sebelumnya. Aktivitas pembelian bahan baku juga meningkat, sejalan dengan upaya menjaga kesiapan pasokan input di tengah pemulihan permintaan.
“Di tengah perlambatan beberapa pasar ekspor utama, permintaan domestik kembali menjadi jangkar pertumbuhan. Industri kita bergerak adaptif, melakukan penyesuaian kapasitas agar tetap menjaga momentum,” kata Menperin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi industri melalui peningkatan efisiensi, integrasi rantai pasok berbasis bahan baku lokal, serta penyiapan tenaga kerja terampil. Program peningkatan kompetensi, inovasi proses, dan transformasi menuju manufaktur hijau menjadi prioritas untuk memastikan daya saing berkelanjutan.
Level Ekspansif
Dalam catatan S&P Global, PMI manufaktur ASEAN meningkat dari 52,7 pada Oktober menjadi 53,0 pada November 2025. Indonesia (53,3) berada dalam kelompok ekspansif bersama Thailand (56,8), Vietnam (53,8), Myanmar (51,4), dan Malaysia (50,1), sedangkan Filipina berada di zona kontraksi (47,4).
Di luar kawasan, sejumlah negara besar juga mencatat ekspansi seperti India (59,2), Amerika Serikat (52,5), Australia (51,6), serta Tiongkok (50,6). Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas industri global mulai stabil, meski kecepatan pemulihannya tidak merata.
Kemenperin akan terus mengikuti perkembangan indikator industri sebagai salah satu bahan masukan dalam penyusunan kebijakan. “Kami yakin sektor manufaktur tetap menjadi andalan perekonomian nasional. Prioritas kami menjaga iklim usaha yang sehat, mendorong nilai tambah, dan mengawal transformasi industri yang berkelanjutan,” ujar menperin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!