Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLTU Jeranjang Gunakan Limbah Kayu untuk Kurangi Konsumsi Batu Bara dan Emisi Karbon

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 07:43 WIB | Oleh:
PLTU Jeranjang Gunakan Limbah Kayu untuk Kurangi Konsumsi Batu Bara dan Emisi Karbon Doc: Antara Foto
Ket. PLTU Jeranjang di NTB kini memanfaatkan limbah kayu

Produk biomassa yang terbuat dari limbah kayu secara perlahan mengurangi konsumsi batu barat pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Manajer Unit Bisnis Pembangkit PLTU Jeranjang Yunisetya Ariwibawa mengatakan pada uji coba tahun 2019 hanya 5 ton biomassa selama satu bulan, sedangkan sekarang rata-rata konsumsi biomassa bisa di atas 150 ton setiap hari.

"Jumlah itu pasti meningkat karena kami menyesuaikan dengan target tahunan untuk kami capai," ujarnya saat ditemui di kawasan PLTU Jeranjang yang berada di Desa Kebonayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Kamis.

Pada 2024, target pemanfaatan biomassa di PLTU Jeranjang sebanyak 28.675 ton dengan target satuan pengukuran dari sumber energi hijau atau MWh green sebanyak 22.940 megawatt-jam. Angka realisasi pemakaian biomassa mencapai 29.009 ton dengan realisasi MWh green sebanyak 25.043 megawatt-jam.

Sedangkan, target pemakaian biomassa pada tahun 2025 sebesar 35.200 ton dengan MWh green sebanyak 28.847 megawatt-jam. Sampai 13 Mei 2025, realisasi pemakaian biomassa di PLTU Jeranjang sebanyak 14.621 ton dengan jumlah realisasi satuan pengukuran dari sumber energi hijau mencapai 11.021 megawatt-jam.

Ariwibawa menuturkan implementasi pemanfaatan biomassa yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara melalui program co-firing dapat mengurangi emisi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan membantu masyarakat mengurangi limbah organik.

"Co-firing sangat baik terutama dari aspek dampak lingkungan karena non karbon, sehingga mengurangi emisi dari PLTU. Ini tentu lebih bagus dibanding kami full menggunakan batu bara," ucapnya.

PLTU Jeranjang menggunakan biomassa masih dalam porsi kecil hanya sebanyak 10 persen dari jumlah bahan bakar batu bara yang pakai untuk mengoperasikan pembangkit listrik. Bahan baku biomassa berupa serbuk kayu atau sawdust dan kayu cacah atau woodchip diperoleh dari empat pemasok lokal.

Direktur PT Syahroni Rezeki Mandiri, Syamsul Hadi (33 tahun), mengatakan bahan baku pembuatan biomassa didapatkan dari limbah usaha penggergajian kayu di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, termasuk juga limbah pohon tebangan berupa daun, dahan, dan ranting.

Pria yang memulai karir sebagai supir truk kayu itu pernah mengelola pabrik pengolahan kayu. Saat itu limbah dari pengolahan kayu menimbulkan masalah lingkungan karena tidak ada nilai manfaat.

Syamsul bahkan harus membayar orang untuk membuang limbah kayu tersebut. Ketika limbah kayu dibuang ke lahan warga bisa membuat tanaman mati, sehingga acapkali mendapatkan komplain dari warga.

"Program co-firing sangat menguntungkan karena dari yang awalnya hanya limbah terbuang, sekarang punya nilai ekonomi yang bisa dipakai untuk menghasilkan listrik," pungkas pria berkulit sawo matang itu.

UPTD TPA Regional Kebon Kongok menyatakan implementasi biomassa melalui co-firing bisa memperpanjang usia tempat pembuangan akhir (TPA) karena sampah taman tidak semuanya masuk ke landfill.

Kayu gelondongan hasil tebangan pohon peneduh jalan raya kini bisa diolah menjadi produk biomassa untuk bahan bakar PLTU Jeranjang. Sampah taman yang tidak diolah membuat tempat pembuangan akhir cepat penuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.