Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Personel cegat kendaraan muat babi tak dilengkapi surat di Tana Toraja

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 23:55 WIB | Oleh:
Personel cegat kendaraan muat babi tak dilengkapi surat di Tana Toraja Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Tana Toraja
Ket. Personel Kepolisian mencegat truk pengangkut 37 ekor babi tak dilengkapi surat di posko perbatasan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (30/07/2023).

Makassar - Personel gabungan TNI/ Polri dan Pemda mencegat kendaraan memuat 37 ekor babi yang tak dilengkapi surat dari daerah Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah di posko perbatasan antara Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Enrekang, Minggu.

Posko perbatasan penyekatan hewan ternak terus diperketat guna memutus mata rantai penularan virusAfrican Swine Fever(ASF), penyebab kematian hewan ternak babi.

Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo, Minggu, membenarkan adanya pencegatan kendaraan truk yang memuat hewan ternak babi dari luar Kabupaten oleh personel gabungan di perbatasan Salubarani lantaran tidak disertai surat keterangan sehat.

"Jadi hari ini (30/7) sebanyak 37 ekor babi yang berhasil dicegat pada pos pengamanan Salubarani," kata dia.

AKBP Malpa menyebut bahwa 37 ekor babi tersebut berasal dari Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tengah yang rencananya akan dibawa ke Rantepao Toraja Utara untuk diperdagangkan.

Hanya saja, kata AKBP Malpa, setelah dilakukan pengecekan surat keterangan pada puluhan ekor babi ini, pengendara truk tidak mampu memperlihatkan surat kesehatan hewan dari daerah asal maupun Dinas Kesehatan Provinsi.

Sehingga, para personel gabungan mengarahkan agar sopir truk untuk kembali ke tempat asal.

"Anggota kami yang bertugas pada pos penyekatan mengarahkan agar hewan ini segera dipulangkan ke tempat asal," kata dia.

Saat ini Pemerintah Sulawesi Selatan hingga pemerintah daerah seperti Toraja terus mengupayakan pencegahan penularan virus ASFyang menyerang babi dari semua ras dan semua umur, salah satunya dengan memperketat posko perbatasan.

Apalagi, babi domestik (peliharaan) juga menjadi jenis yang paling peka terhadap penyakit ASF. Penyebaran dan penularan ASF dapat terjadi secara langsung (melalui kontak fisik dengan babi yang terinfeksi ASF) maupun secara tidak langsung.

Virus ASF dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.