Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu 1-2 Pekan Cocokkan DNA Korban Kebakaran Glodok Plaza

📅 Senin, 20 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu 1-2 Pekan Cocokkan DNA Korban Kebakaran Glodok Plaza Doc: ANTARA/Mario Sofia Nasution
Ket. Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi

JAKARTA – Dari seluruh sampel yang dikumpulkan memerlukan waktu satu hingga dua pekan untuk memastikan kecocokan data korban kebakaran Glodok Plaza dengan keluarga. Jadi, para anggota keluarga mesti sabar menunggu hasil pencocokan yang dikerjakan RS Polri.

“Semua tergantung pada sampel DNA yang diambil. Bisa saja ditemui kesulitan-kesulitan terkait kondisi sampel DNA,” jelas Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi di Jakarta, Minggu.

Untuk mengungkap identitas para korban kebakaran Glodok Plaza, RS Polri Kramat Jati memang terus menggencarkan pemeriksaan. Bahkan RS sudah menerima 13 sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Identifikasi korban kebakaran terus diintensifkan.

DNA tersebut diambil dari keluarga korban meninggal dunia dan korban hilang akibat kebakaran Glodok Plaza Taman Sari Jakarta Barat. Kebakaran terjadi pada hari Rabu (15/1). “Data yang kami terima ada 13 sampel DNA,” tambah Ahmad Fauzi.

Menurutnya, hingga kemarin masih ada keluarga yang datang ke RS Polri untuk memberikan data yang dibutuhkan berupa dokumen dan sampel DNA. “Ini keluarga terakhir yang datang ke RS untuk diambil sampel DNA,” katanya.

Data yang tersedia akan diolah agar keluar profil korban. Jika belum ditemukan pihaknya akan melakukan pengulangan uji sampel sampai ada hasilnya. Dia menjelaskan, metode pemeriksaan sampel DNA sangat diandalkan. Ketika metode lain sudah tidak bisa, dengan DNA ini bisa ungkap identitas korban.

DNA itu ada sifatnya direct dan indirect. Kalau direct dari benda-milik kepemilikan korban seperti sikat gigi habis dipakai. Biasanya sikat gigi, kan tidak tukar-tukaran. Jadi, harus diyakini, sikat gigi tersebut benar-benar milik korban. Kemudian dari pakaian dalam, terutama yang belum dicuci. Di sini juga bisa ada bukti DNA. Sedangkan yang tidak langsung justru dari keluarga.

Delapan Kantong 

Lebih jauh Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes PolrIi, Kombes Pol Ahmad Fauzi menegaskan bahwa telah menerima delapan kantong jenazah. Namun, begitu ini tidak berarti ada delapan jenazah.

“Saya ingatkan delapan kantong jenazah bukan berarti delapan jenazah. Bisa saja isinya kurang dari itu atau lebih dari itu,” katanya. Menurutnya, proses pencarian korban masih berlangsung. Dia sudah membuka posko ante mortem dan post mortem untuk korban kebakaran Glodok Plaza.

Ahmad menjelaskan, sejak mendapat laporan kebakaran, tim DVI segera membentuk posko ante mortem untuk menunggu pengiriman jenazah dari lokasi kejadian yang buka selama 24 jam. “Jadi sejak hari pertama sampai sekarang kita menerima delapan kantong jenazah,” tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.