Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlintasan Sebidang Kereta Api Jadi Isu Nasional, Negara Diminta Hadir Jamin Keselamatan

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 13:18 WIB | Oleh:
Perlintasan Sebidang Kereta Api Jadi Isu Nasional, Negara Diminta Hadir Jamin Keselamatan Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang juga Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.

SEMARANG – Kecelakaan di perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya kembali memakan korban jiwa.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (8/4) lalu, saat Commuterline Jenggala bertabrakan dengan truk trailer pengangkut kayu gelondongan di perlintasan JPL 11 antara Stasiun Indro dan Stasiun Kandangan. Kecelakaan ini menewaskan asisten masinis Abdillah Ramdan dan memicu penutupan jalur sementara.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang juga Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno menegaskan perlintasan sebidang sudah seharusnya menjadi isu nasional yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Masalah perlintasan sebidang selama ini dianggap urusan pelengkap. Padahal ini prasarana pokok dalam sistem perkeretaapian nasional. Korban terus berjatuhan, namun tidak ada aksi nyata dan sistematis dari negara,” kata Djoko, Rabu (16/4).

Merujuk data PT KAI (2025), terdapat 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.879 tidak terjaga, termasuk 971 JPL resmi dan 908 JPL liar.

Ketimpangan pengelolaan juga terjadi karena hanya 979 JPL yang dijaga oleh PT KAI, sisanya dikelola oleh Pemda, masyarakat swadaya, dan pihak swasta—dengan minim dukungan anggaran.

Djoko menilai, ketidakadilan dalam pembiayaan dan pengelolaan perlintasan. PT KAI mendapat anggaran melalui skema Infrastructure Maintenance and Operation (IMO), namun Dinas Perhubungan daerah tidak mendapatkan bantuan serupa.

“Petugas PJL di bawah pemda digaji di bawah UMR, tanpa THR atau tunjangan lain. Padahal mereka memikul tanggung jawab besar. Pemerintah perlu menyamaratakan kesejahteraan semua petugas PJL,” tegasnya.

Djoko juga menyoroti tingginya biaya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon petugas PJL yang dibebankan ke pemerintah daerah, sekitar Rp6–7 juta per orang.

Sementara itu, pembinaan dan pelatihan berkala nyaris tidak dilakukan, sehingga saat terjadi kecelakaan, petugas sering dijadikan kambing hitam.

“Saat kecelakaan, yang dituding lalai adalah petugas. Padahal yang melanggar bisa saja pengguna jalan. Negara tidak hadir membina dan melindungi petugas ini,” tambahnya.

Renstra Belum Efektif, Anggaran Terpangkas

Kementerian PUPR sebenarnya telah menyusun Rencana Strategis 2025–2039 untuk pembangunan 138 flyover atau underpass dengan total anggaran 21,39 triliun rupiah.

Namun, rencana ini terhambat karena efisiensi anggaran tahun 2025, sehingga pembangunan tidak berjalan sesuai jadwal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.