Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Terus Melaju, Ekspor Terkonsentrasi ke Asia dan Timur Tengah

📅 Senin, 19 Mei 2025, 21:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Terus Melaju, Ekspor Terkonsentrasi ke Asia dan Timur Tengah Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Ekspor produk UMKM Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah Asia dan Arab Saudi.

JAKARTA - Apabila usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hanya mengandalkan satu pasar ekspor, mereka akan sangat rentan terhadap perubahan ekonomi atau politik di negara tersebut. Dengan diversifikasi, UMKM dapat mengurangi risiko ini dan tetap mendapatkan keuntungan meskipun ada masalah di satu pasar. 

Dengan menjangkau pasar yang lebih luas, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya dengan menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pangsa pasar. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut tujuan utama ekspor produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia masih mendominasi wilayah Asia dan Arab Saudi.

Menurutnya, Malaysia, Hong Kong, Taiwan dan Arab Saudi menjadi tujuan utama lantaran pada negara tersebut memiliki banyak warga negara Indonesia (WNI).

"Karena produk UMKM tadi kan banyak makanan dan minuman, jadi kebanyakan itu negara-negara yang kita mempunyai banyak WNI seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi juga banyak," ujar Budi saat membuka "Kick Off Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor" di Jakarta, Senin (19/5).

Budi menyampaikan target pertumbuhan ekspor nasional 7,1 persen pada tahun ini bisa tercapai dengan kolaborasi bersama institusi swasta, komunitas pembina UMKM, pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat.

Dengan kerja sama berbagai pihak, lanjut Budi, pengembangan kualitas produk UMKM dapat terus ditingkatkan sehingga mampu bersaing di pasar global.

"Kita punya program yang bangga beli dan pakai buatan Indonesia. Tapi syaratnya, produk dalam negeri harus mempunyai daya saing, harus bagus. Kalau kita punya daya saing, berarti kita juga bisa bersaing dengan produk-produk impor," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa Kemendag berkomitmen untuk mengajak UMKM terlibat dalam penjajakan bisnis (business matching) yang rutin diadakan tiap bulan.

Transaksi ekspor dari program ini pada Januari-April 2025 mencapai 57,61 juta dolar AS. Menurut Budi, capaian tersebut didapatkan secara daring tanpa bertemu langsung calon pembeli dari luar negeri.

"Jadi sampai dengan April itu sudah ada 246 business matching, yang terdiri dari 165 pitching dan 81 pertemuan dengan buyer atau business matching dan semua online. Semua online ya, bayangin tuh ya dengan nilai sebesar itu hanya online, belum pernah ketemu," imbuhnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat penjajakan bisnis (business matching) usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berhasil meraup transaksi sebesar Rp722,76 miliar atau setara 43,74 juta dolar AS sepanjang April 2025.

Capaian April 2025 merupakan hasil dari 27 kegiatan business matching, mencakup 20 sesi presentasi bisnis (pitching) dan tujuh pertemuan langsung dengan calon pembeli mancanegara.

Sebanyak 73 UMKM ambil bagian dengan menampilkan produk unggulan seperti fesyen, kerajinan tangan, dekorasi rumah, kelapa parut kering, gula aren, produk olahan laut, buah segar, pakan ternak, serta aneka makanan dan minuman olahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

6 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.