Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Genting Berhasil Turunkan Angka Stunting di Banten

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 21:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Genting Berhasil Turunkan Angka Stunting di Banten Doc: ANTARA
Ket. Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi, di Serang, Banten, Selasa (12/8/2025).

SERANG – Program inovatif Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) terbukti berhasil menurunkan angka prevalensi stunting di Provinsi Banten menjadi 21,1 persen pada 2024, dari sebelumnya 24 persen pada tahun 2023.

Asisten Daerah I Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten, Komarudin, di Serang, Selasa (12/8), mengapresiasi program genting sebagai bukti nyata kerja sama lintas sektor yang efektif dalam upaya mencetak generasi unggul.

"Ini bukti kerja sama lintas sektor yang nyata. Harus kita lanjutkan dengan langkah yang lebih cepat dan terukur," ujarnya.

Keberhasilan menekan stunting, lanjutnya, menjadi kunci untuk mengelola bonus demografi Banten, di mana 70,1 persen penduduknya berada di usia produktif, agar dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten, Rusman Efendi, memaparkan bahwa program genting telah berhasil membantu 15.068 sasaran, yang terdiri dari balita di bawah dua tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Dukungan yang terkumpul mencapai Rp2,68 miliar dari total 354 orang tua asuh yang berpartisipasi," jelasnya.

Program genting merupakan salah satu dari sejumlah program percepatan (quick wins) yang digagas BKKBN bersama para mitra untuk memastikan setiap keluarga di Banten mendapatkan intervensi yang tepat sasaran demi mewujudkan Banten maju, mandiri, dan sejahtera.

Keberhasilan program kolaboratif ini menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Banten bersama BKKBN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.