Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kualitas SDM, Pemkot Kediri Bekali Guru PAUD dalam Pencegahan Stunting

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kualitas SDM, Pemkot Kediri Bekali Guru PAUD dalam Pencegahan Stunting Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Seminar pendidikan di Kota Kediri, Jawa Timur, Kegiatan ini melibatkan guru PAUD sebagai edukasi turut serta menekan stunting di kota ini.

Kediri - Perkuat kualitas SDM, Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melibatkan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memiliki peran penting dalam kesehariannya dengan anak-anak untuk ikut serta membantu pencegahan stunting.
.
"Kami lakukan pendampingan dalam rangka pencegahan dan penurunan prevalensi stunting. Adapun untuk peserta yang kita libatkan yaitu 50 guru dari Kelompok Bermain, TPA, SPS dan TK," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan di Kediri, Kamis.

Anang menyebut, di Kota Kediri terdapat 264 lembaga satuan PAUD. Untuk itu, kepada para peserta yang sudah mengikuti diklat diharapkan membagikan ilmu dan pengalaman yang sudah didapat ke lembaga di wilayahnya.

"Untuk peserta diharapkan bisa membagikan ilmu yang sudah diperoleh ke teman-teman yang lain pada waktu pertemuan gugus. Selain itu dari teman-teman PAUD juga banyak yang menjadi kader di kelurahan sehingga hal ini tentu bisa dimanfaatkan dengan memberikan edukasi ke masyarakat," ujarnya.

Anang menambahkan, dengan melibatkan para guru dalam penurunan prevalensi stunting merupakan upaya yang tepat. Hal ini karena guru dinilai memiliki peran penting yang dalam kesehariannya lekat dengan anak-anak.

"Salah satu penyebab stunting yaitu kekurangan gizi pada 1.000 hari kehidupan pertama anak. Bahkan dalam hal ini pemerintah juga berupaya melakukan perbaikan gizi pada anak lewat gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan. Periode ini disebutgolden periodyang jika tidak dimanfaatkan dengan baik dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada tumbuh kembang anak," kata dia.

Anang berharap dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkanzero stuntingdan mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

"Dengan edukasi yang disampaikan guru kepada orang tua harapannya anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik sesuai tahapan usianya sehingga bisa mencetak generasi yang cerdas, unggul dan bermartabat," kata dia.

Erna Fitriningsari, peserta dari TK Negeri Pembina Mojoroto menyambut baik dan mendukung kegiatan diklat tersebut. Ia mendapatkan banyak materi dari para narasumber mulai dari pembuatan kurikulum, percepatan penurunan stunting dan beberapa materi kegiatan bermain untuk anak-anak di PAUD.

Erna melanjutkan satuan pendidikan tempat ia mengajar juga sangat mendukung program penurunan stunting yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri.

"Di satuan pendidikan kami sudah menerapkan deteksi dini tumbuh kembang anak (DDTK) yang dilakukan tiap awal semester. Jadi dilakukanscreeningawal kepada peserta didik baru selanjutnya dari catatan yang sudah kami dapatkan, mengadakanparentingkepada orang tua sebagai tindak lanjut ke anak-anak," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.