Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kolaborasi, Dubes Soroti Penguatan Kerja Sama RI-Australia dalam Transisi Hijau

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 00:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Dubes Soroti Penguatan Kerja Sama RI-Australia dalam Transisi Hijau Doc: ANTARA/HO-KBRI Canberra
Ket. Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono saat menjadi pembicara kunci dalam “International Symposium on Critical Metals for Battery Production” di Universitas Teknologi Swinburne, Melbourne, Australia, Senin (15/7/2024).

Jakarta - Indonesia dan Australia memiliki beragam sumber daya yang berpotensi memperkuat kolaborasi dalam transisi hijau, salah satunya terkait pengembangan mobil listrik, demikian menurut Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono.

Saat menjadi pembicara kunci dalam"International Symposium on Critical Metals for Battery Production"di Melbourne, Australia, Senin (15/7), Siswo menegaskan bahwa kedua negara memiliki tenaga ahli yang mumpuni dalam pengembangan transisi energi.

"Sudah saatnya para peneliti Indonesia dan Australia bekerja sama untuk mencari solusi energi hijau yang paling efisien dan dapat diterapkan di kedua negara," ucap Siswo dalam simposium yang diselenggarakan di Universitas Teknologi Swinburne, sebagaimana pernyataan yang diterima Selasa malam.

Siswo juga menyoroti SDA kunci dalam produksi baterai yang dimiliki kedua negara, di mana Indonesia memiliki nikel dan Australia memiliki litium.

Sementara itu, Dubes mengatakan bahwa Indonesia dan Australia telah memiliki payung kerja sama dalam transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2023.

Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) pun menjadikan transisi energi hijau sebagai salah satu prioritas kerja sama bilateral, ucap dia.

Oleh karena itu, menurut Siswo, sangat tepat apabila Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pengembangan kendaraan listrik. Apalagi, tingginya tingkat kebutuhan kendaraan listrik di Australia turut memberi potensi ekspor bagi Indonesia yang kini mampu memproduksi mobil dan motor listrik sendiri.

Salah satu pembicara dalam simposium tersebut adalah Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Ratno Nuryadi. Dalam kesempatan itu, Ratno menyampaikan sejumlah penelitian BRIN dalam pengembangan baterai dan daur ulangnya.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib menjelaskan bahwa kehadiran Siswo dalam simposium adalah dalam rangka program "Ambassador goes to campus" KBRI Canberra.

Ia berharap, simposium tersebut dapat mendorong kerja sama antara peneliti dan institusi Indonesia maupun Australia dalam bidang transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.