Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Ketahanan Pangan dengan Gastronomi Berkelanjutan

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 20:27 WIB | Oleh:
Perkuat Ketahanan Pangan dengan Gastronomi Berkelanjutan Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community (IGC) Ria Musiawan memaparkan materi terkait gastronomi berkelanjutan. Dengan menjalankan konsep tersebut diharapkan dapat melindungi lingkungan, memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi limbah makanan. 

JAKARTA - Gastronomi berkelanjutan (sustainable gastronomy) yang digagas UNESCO adalah pendekatan pengolahan dan penyajian makanan yang memprioritaskan dan mempromosikan penggunaan bahan pangan yang ramah lingkungan, mendukung kesejahteraan petani lokal, dan menjaga keanekaragaman hayati. Hal ini diharapkan dapatmelindungi lingkungan, memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi limbah makanan.

Pada hari Gastronomi Berkelanjutan 2024, Indonesian Gastronomy Community (IGC) mencanangkan Gastronomi Indonesia yang Bijak dan Berkelanjutan. Hal ini mencakup pemilihan bahan makanan yang diproduksi secara etis, mengurangi limbah makanan, dan memperhatikan jejak karbon dari proses produksi hingga konsumsi.

"Konsep Gastronomi Indonesia yang Bijak dan Berkelanjutan diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam budaya gastronomi Indonesia memberdayakan pencapaian beberapa tujuan ketahanan dan kedaulatan pangan," kata Ketua Umum IGC Ria Musiawan dalam konferensi pers di Jakarta Selasa (18/6).

Sebagai komunitas yang terdiri dari profesional gastronomi, chef, peneliti makanan, akademisi, dan pecinta kuliner IGC yang memiliki visi untuk melestarikan dan memajukan kuliner Indonesia melalui pendekatan yang berkelanjutan. Komunitas ini diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mendukung dan mempromosikan gastronomi berkelanjutan di Indonesia.

"Melalui berbagai inisiatif, mulai dari edukasi dan pelatihan, promosi bahan pangan lokal, pengembangan resep berkelanjutan, hingga pengurangan limbah pangan dan advokasi kebijakan, kita berharap IGC dapat membantu menciptakan kesadaran dan aksi nyata menuju sistem pangan yang lebih adi, sehat, dan berkelanjutan, dengan dukungan berbagai pihak," tambahnya.

Sekretaris Jenderal IGC dan yang juga merupakan pakar kedokteran komunitas, dr. Ray Wagiu Basrowi, menuturkan, Indonesia, adalah negeri dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Negeri ini memiliki potensi besar dalam bidang gastronomi.

"Namun, tantangan ketahanan pangan yang dihadapi negara ini memerlukan pendekatan berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menikmati makanan yang sehat, bergizi, dan cukup," ungkapnya.

Ia menambahkan, gastronomi berkelanjutan menggabungkan praktik pengolahan dan penyajian makanan tradisional dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Cara-cara ini menawarkan solusi potensial untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

IGC kata Ria memiliki komitmen kuat untuk ikut menggerakkan dan bahkan memimpin terselenggaranya suatu sistem gastronomi berkelanjutan. Komunitas ini menawarkan solusi yang komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

"Mari dengan semangat Gastronomi Indonesia yang Bijak dan Berkelanjutan kita bersama-sama dengan mengurangi limbah makanan (reduce food waste), memprioritaskan pangan lokal (local food preference), dan menerapkan pola makan sehat dan berkelanjutan (mindful and sustainable eating)," imbuh Ria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.