Perkuat Intervensi Gizi, Bapanas Akselerasi Implementasi Beras Fortifikasi
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARAFOTO/ Muhammad Rizky Febriansyah
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengakselerasi implementasi beras fortifikasi sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
Langkah ini diarahkan tidak hanya untuk memperluas pemanfaatan beras fortifikasi di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat aspek standar mutu, keamanan, dan kandungan gizi dalam setiap tahapan implementasinya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Pemerintah menempatkan perbaikan gizi sebagai landasan, sejalan dengan penguatan ketahanan pangan yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa pemenuhan pangan saat ini tidak lagi cukup dilihat dari sisi kuantitas.
“Urusan pangan, kita tidak hanya berbicara soal kecukupan energi, termasuk juga kualitas gizi. Pola konsumsi masyarakat masih didominasi karbohidrat, sementara asupan zat gizi mikro masih perlu diperkuat, terutama pada kelompok berpendapatan rendah,”ucapnya di Jakarta, Kamis (23/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran rendah cenderung memiliki pola konsumsi yang kurang beragam.
Kondisi ini berkontribusi terhadap berbagai persoalan gizi seperti kekurangan zat gizi mikro, stunting, anemia, hingga obesitas.
Dalam konteks tersebut, fortifikasi pangan menjadi pendekatan yang efektif karena dapat menjangkau masyarakat luas melalui pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beras dipilih sebagai media fortifikasi karena merupakan pangan pokok utama masyarakat Indonesia dengan tingkat konsumsi yang tinggi, mencapai sekitar 87 kilogram per kapita per tahun.
Dengan pendekatan ini, masyarakat tetap mengonsumsi nasi seperti biasa, namun dengan kandungan vitamin dan mineral yang lebih baik.
“Melalui beras fortifikasi, peningkatan kualitas gizi dapat dilakukan tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat. Ini menjadi strategi yang relevan dan efektif untuk menjangkau kelompok rentan, terutama pada kuintil pengeluaran terbawah,” ujar Andriko.
Untuk mempercepat sekaligus memperkuat implementasi di lapangan, Bapanas telah menetapkan standar beras fortifikasi pada tahun 2025 guna menjadi pijakan dalam memastikan keseragaman mutu, keamanan, dan kandungan gizi produk yang dihasilkan di berbagai wilayah.
Serta menyusun panduan teknis sebagai acuan bersama bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Panduan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari bahan baku, proses produksi, pelabelan, pengujian, hingga mekanisme pengawasan dan perizinan edar.
Harus konsisten
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!