Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Imunitas, Kemenkes Minta Nakes Tidak Ragu Lakukan Imunisasi Ganda

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 06:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Imunitas, Kemenkes Minta Nakes Tidak Ragu Lakukan Imunisasi Ganda Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kemenkes, Prima Yosephine dalam Siaran Kemencast yang diikuti di Jakarta, Jumat (12/5/2023).

Jakarta - Perkuat imunitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta tenaga kesehatan agar tidak ragu maupun takut untuk melakukan suntikan imunisasi ganda.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan masih banyak tenaga kesehatan (nakes) yang ragu atau takut melakukan suntikan imunisasi ganda, karena khawatir terhadap efek samping yang lebih berat.

"Hal ini yang membuat kami terus-terusan melakukan webinar, ada juga secara langsung turun ke lapangan, paling banyak webinar dengan mengundang seluruh nakes yang terlibat dalam pelayanan imunisasi, nanti diisi ahli supaya mereka lebih paham dan tidak takut," kata Prima.

Dia juga menyadari bahwa proses peyakinan nakes tidaklah mudah, diperlukan waktu serta upaya-upaya komprehensif untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keberanian nakes dalam melakukan imunisasi ganda. Solusi ini perlu diperkuat dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Memang tidak mudah, perlu berkali-kali untuk meyakinkan mereka, memutar video, itu salah satu kegiatan kita sambil mendorong dinas untuk ikut meyakinkan mereka," ujar dia.

Dia mengatakan Kemenkes saat ini berupaya mengejar ketertinggalan imunisasi anak dengan menginisiasi program Imunisasi Kejar dengan suntikan ganda.

"Program yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin lengkap pada anak yang menurun drastis selama pandemi COVID-19, menaruh harapan kepada kesiapan nakes sebagai garda terdepan pelayanan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rochady Hendra Setya Wibawa mengatakan, tenaga kesehatan harus mampu memberikan edukasi maupun sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya suntikan imunisasi ganda.

"Biasanya kalau ada suntikan ganda mereka mundur dua minggu, jadi tidak berani diberikan bersamaan karena takut efek samping. Padahal, efek samping itu sebenarnya tidak ada, mereka hanya berasumsi sendiri atauself diagnosis," ujar dia

Menurut Rochady, yang terpenting dalam suntikan ganda adalah jenis vaksin yang diberikan lebih dari satu antigen. Misalnya, PCV dengan polio, yang tidak boleh jika jenis vaksin yang diberikan sama.

"Dari penelitian di beberapa negara, bahkan 3 kali suntikan dalam satu waktu sudah biasa, dan laporan efek sampingnya tidak ada, asal (vaksinnya) berbeda," katanya.

Di tengah tantangan ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kepercayaan diri tenaga kesehatan. Pemberian imunisasi suntikan ganda aman, tidak menimbulkan efek samping berat dan telah digunakan di berbagai negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.