Perkampungan Kumuh di Kenya Berupaya Ciptakan Bintang Balet
📅 Sabtu, 30 Des 2023, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/LUIS TATO
Bravian Mise melakukan serangkaiangrand jete(gerakanbalet dengan melompat ke udara untuk melakukansplit)seperti kijang melintasi ruang tamu yang sempit dan berputar-putar saat latihan yang melelahkan di rumahnya di daerah kumuh Kenya.
Remaja berusia 13 tahun ini telah berlatih balet selama empat tahun dan termasuk di antara seratus anak-anak yang telah berlatih selama berbulan-bulan untuk bisa tampil dalam pertunjukan balet klasikThe Nutcrackerdi ibu kota Kenya, Nairobi.
Pertunjukan balet terkenal itu menceritakan kisah Clara muda yang menerima boneka kayu berbentuk prajurit(nutcracker) yang biasanya dijadikan hiasan pada pohon Natal.
Di malam hari, mainan itu menjadi hidup dan bertarung melawan invasi tikus sampai boneka kayu berbentuk prajurityang berubah menjadi pangeran mengalahkan raja tikus jahat dan membawa gadis kecil itu ke kerajaan sihirnya yang sangat jauh.
"Saya belum pernah mendengar tentang balet ini sebelum tampil di dalamnya," kata Bravian dengan senyuman terpampang di wajahnya. "Saya suka menari, saya menari karena itu indah," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum tirai pertunjukan dibuka, para penari diajak menari oleh Cooper Rust, alumnus School of American Ballet, dan direktur Dance Center Kenya, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan pelajaran balet kepada anak-anak kurang mampu di kota tersebut.
"Penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa balet bukan hanya untuk satu jenis orang," kata instruktur dan mantan balerina profesional asal Amerika Serikat kepadaAFP. "Balet adalah tentang keterampilan dan bakat, serta dorongan dan semangat, bukan latar belakang sosio-ekonomi," imbuh dia.
Meskipun dunia tari Kenya sedang berkembang, negara ini tidak menjadi tuan rumah bagi kelompok balet profesional. "Kami sedang menuju ke sana," tutur Rust seraya menerangkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi apalagi isu pendanaan selalu menjadi masalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Teater Nasional Nairobi, rombongan penari belia yang terdiri dari anak-anak berusia antara tujuh dan 17 tahun menampilkan musik Arab yang sempurna diiringi musikliveoleh orkestra Kenya. Selama hampir dua jam, mereka mendominasi panggung dengan menampilkan koleksi kostum dan aksesoris warna-warni.
Saat mereka menampilkan tarian balet Russia yang terkenal hingga penonton benar-benar terpesona. Bravian dengan berseri-seri menikmati momen itu.
Sejauh ini tidak ada yang menentukan perjalanannya ke panggung. Anak sekolah itu tinggal bersama saudara laki-laki dan perempuannya, serta orang tuanya di Kuwinda, sebuah kota yang kumuh di sebelah barat Nairobi.
Bravian seperti halnya sekitar 50 anak lainnya, menerima hibah untuk membeli aksesoris tari dan transportasinya ke tempat latihan disediakan, yang jika insentif itu tidak dilakukan tidak akan terjangkau oleh mereka.
Bravian melakukan latihan sehari-harinya di sebuah ruangan kecil, tidak terganggu oleh musik keras dari bar terdekat.
"Jauh lebih sulit bagi anak-anak yang berasal dari latar belakang miskin, mereka harus bekerja lebih keras untuk sukses," kata ibu Bravian, Rehema Mwikali, kepadaAFP, sambil menyaksikan dengan kagum putrinya menari. "Saya sangat bangga padanya, dia akan berhasil," tegas dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!