Peringati HUT Keuskupan Agung Jakarta, Pramono Anung Ajak Umat Beragama Jaga Lingkungan
📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 12:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman dalam rangka peringatan 219 tahun Keuskupan Agung Jakarta di kawasan Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5) pagi. Dalam kesempatan itu, Pramono turut mengajak masyarakat mendukung gerakan pilah sampah yang akan dimulai Pemprov DKI Jakarta.
Kegiatan bertema "Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan" tersebut diikuti sekitar 3.500 peserta. Peserta berasal dari umat paroki se-KAJ, tokoh lintas agama, penghayat kepercayaan, Forum Kerukunan Umat Beragama, instansi pemerintah, hingga perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Acara itu juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian kegiatan meliputi jalan santai bersama dan aksi penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Pramono mengatakan menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurut dia, masyarakat juga harus terlibat aktif melalui kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan.
"Kegiatan seperti ini penting sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan penanaman pohon dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan menjadi langkah sederhana, tetapi bermakna dalam merawat bumi," ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI akan memulai gerakan pilah sampah saat pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta. Program tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi beban sampah di TPST Bantargebang.
Ia menyebut TPST Bantargebang saat ini telah menampung lebih dari 55 juta ton sampah. Kondisi tersebut membuat langkah pengelolaan sampah menjadi semakin mendesak dilakukan.
Program pilah sampah tersebut dijalankan berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono meminta dukungan dari Keuskupan Agung Jakarta dan seluruh elemen masyarakat agar program tersebut berjalan maksimal. Menurut dia, pengelolaan sampah yang lebih baik akan memberikan manfaat langsung bagi warga Jakarta.
Selain isu lingkungan, Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi di ibu kota. Ia mengapresiasi peran Keuskupan Agung Jakarta dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Menurut Pramono, suasana harmonis di kawasan Katedral menjadi contoh nyata toleransi di Jakarta. Ia menilai kebersamaan lintas agama menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kota.
"Jakarta kini menjadi kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura. Hal itu tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk Keuskupan Agung Jakarta, dalam menjaga toleransi dan keharmonisan sosial," katanya.
Pramono mengajak masyarakat terus menjaga solidaritas sosial di tengah keberagaman Jakarta. Ia berharap ibu kota tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.
Kegiatan jalan santai lintas iman ini juga menjadi simbol kuat kolaborasi antarumat beragama dalam menjaga lingkungan. Pemerintah berharap kegiatan serupa terus dilakukan untuk mempererat persatuan masyarakat Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!