Percepat Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca
📅 Senin, 17 Nov 2025, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Basarnas Cilacap
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan tanggap darurat korban longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berlangsung di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (16/11).
"Operasi ini dilakukan secara intensif, menggunakan pesawat yang berangkat dari Bandung untuk menyasar wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan di lokasi terdampak," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Ia menjelaskan tiga sorti penerbangan telah dilakukan pada hari Minggu, dengan total 3.000 kilogram bahan tanam untuk OMC.
Ia menekankan operasi darat yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan kondisi cuaca tetap stabil, sehingga mendukung evakuasi dan tindakan darurat yang aman dan efisien.
Sebaiknya Anda baca juga:
BNPB terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh operasi berjalan lancar, sesuai rencana, dan mempercepat penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
Pada Minggu malam, Muhammad Abdullah, Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap, menyatakan jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Cilacap bertambah menjadi 13 orang, dengan ditemukannya jenazah Diah Ramadani (17).
"Total korban jiwa yang berhasil ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian adalah 13 orang, dengan 10 orang masih hilang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Longsor terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, yang berdampak pada beberapa rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Longsor tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas kurang lebih 6,5 hektar. Longsor tersebut mengubur permukiman dan menyebabkan amblesan sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!