Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyuluh Agama Diimbau Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyuluh Agama Diimbau Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad.

Jakarta - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad meminta kepada seluruh aktor layanan Bimas Islam, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat dan harmoni sosial.

"Kami meminta kepada seluruh jajaran Bimas Islam, termasuk para Kepala Bidang di Kanwil, Kepala Seksi, hingga para penyuluh agama dan penghulu di lapangan, untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Sabtu (30/8).

Abu Rokhmad juga menyampaikan ucapan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Ia mendoakan almarhum husnul khatimah.

"Segala amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan," ujarnya.

Ia menyebut kepergian almarhum merupakan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merajut tali persaudaraan dan menjaga perdamaian.

Selain itu, Abu Rokhmad juga mengajak seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat, termasuk para dai, penceramah, takmir masjid, dan pimpinan ormas Islam serta majelis taklim, agar ikut serta dalam meredam dinamika sosial belakangan ini.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag Ahmad Zayadi menekankan penyuluh agama memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan.

"Penyuluh adalah jembatan yang menghubungkan pesan-pesan agama dengan realitas sosial. Gunakanlah mimbar dan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan persatuan," kata dia.

Dalam pesannya, Zayadi juga menyoroti bahaya pertikaian yang dapat merusak sendi-sendi kebangsaan.

"Mari kita hindari pertikaian dan perdebatan yang tidak produktif. Sebaliknya, mari kita kedepankan dialog dan musyawarah. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan," ujar dia.

Ia berharap dengan peran aktif para penyuluh agama dan para pemuka agama lainnya, masyarakat dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, termasuk wafatnya Affan Kurniawan, untuk terus memperkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).

"Mari kita jadikan duka ini sebagai pemersatu, bukan pemecah belah, dan bersama-sama membangun kembali harmoni," kata Zayadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

31 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.