Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penguatan Kolaborasi, Indonesia Bersama Jepang Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Isu-isu Kawasan

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 00:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penguatan Kolaborasi, Indonesia Bersama Jepang Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Isu-isu Kawasan Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Menteri Luar Negeri Jepang Hayashi Yoshimasa (kanan) menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean (PMC) di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Jakarta - Penguatan kolaborasi. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi membahas kerja sama ekonomi dan isu-isu kawasan dalam pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean di Jakarta, Kamis.

Pada bidang ekonomi, kedua menlubersepakat untuk mendorong percepatan negosiasi amandemen Protokol Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA), yang diharapkan dapat diselesaikan pada KTT ke-43 Asean di Jakarta pada September mendatang, menurut keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI.

IJEP adalah kesepakatan mengenai kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Jepang yang berlandaskan prinsip-prinsip Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA).

Isu-isu kawasan yang dibahas antara lain situasi Laut China Selatan, krisis Myanmar, dan masalah nuklir dan rudal Korea Utara.

Mengenai situasi di Laut China Selatan, Retno menyampaikan posisi Indonesia yang selalu menjunjung hukum internasional UNCLOS 1982.

Tentang krisis Myanmar, Retno mengatakan bahwa sebagai Ketua Asean 2023, Indonesia telah melakukan pendekatan yang sangat intensif dan ekstensif dengan berbagai pihak di Myanmar selama tujuh bulan keketuaannya.

Sementara itu, Hayashi menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pendekatan Indonesia dalam menangani isu Myanmar. Jepang mendukung implementasi Konsensus Lima Poin Asean untuk menangani krisis tersebut, menurut keterangan Kedutaan Besar Jepang.

Hayashi juga mengatakan bahwa Jepang akan mendorong upaya Indonesia untuk mengarusutamakan Pandangan Asean terhadap Indo-Pasifik (AOIP) demi mempertahankan dan menguatkan tatanan internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum.

Dia juga menyampaikan keinginannya untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang, antara lain kerja sama maritim, peningkatan penegakan hukum maritim, dan kerja sama terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.