Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengobatan Ida Dayak Memikat Ribuan Orang, Kenapa Mereka Percaya?

📅 Kamis, 20 Apr 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengobatan Ida Dayak Memikat Ribuan Orang, Kenapa Mereka Percaya? Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Warga antre untuk pengobatan tradisional di Markas Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (3/4/2023). Antrean tersebut untuk mendapatkan giliran pengobatan tradisional Ida Dayak yang diselenggarakan pada 3-4 April 2023.

Mochammad Wahyu Ghani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Di tengah upaya pemerintah menyehatkan masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan peserta mencapai lebih dari 250 juta penduduk, pengobatan tradisional atau alternatif yang irasional (belum terbukti ilmiah) kembali menjadi pembicaraan publik.

Salah satu yang fenomenal adalah pengobatan Ida Dayak. Dia mengobati pasien dengan mengoleskan 'minyak bintang' ke bagian tubuh. Dalam waktu singkat, dia mengklaim olesan itu "berhasil" menyembuhkan patah tulang, salah urat, stroke, dan penyakit lainnya.

Awal April lalu, ribuan orang antre di Gelanggang Olahraga Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Cilodong Depok untuk berobat kepada Ida Dayak.

Sebagai peneliti komunikasi kesehatan, saya melihat masalah ini dari perspektif komunikasi. Model komunikasi Ida Dayak ke "pasien" lebih bisa diterima di masyarakat awam sehingga ribuan orang berbondong-bondong rela datang untuk mendapatkan pengobatan.

Asal-usul minyak bintang

Pada 2015 saya meneliti fenomena pengobatan minyak bintang. Setidaknya, ada dua versi asal muasal minyak bintang. Versi pertama berasal dari beberapa cerita masyarakat Kalimantan yang meyakini minyak bintang berasal dari mayat ular atau bahkan air liur makhluk yang disebut "Hantuen".

Versi kedua adalah hasil observasi dan wawancara saya dengan seorang penyembuh minyak bintang di Samarinda, sebut saja namanya "Kai Janggut". Minyak bintang berasal dari minyak kelapa, kapas "bujang" dan burung "bubut".

Kapas 'bujang' adalah kapas yang yang baru saja berbuah dan tidak sempat jatuh ke tanah. Sedangkan burung 'bubut' adalah burung yang tinggal di pedalaman hutan. Burung 'bubut' tersebut dipatahkan hidup-hidup hingga mati kemudian direbus lama hingga hanya berbentuk minyak. Semua bahan kemudian dicampur hingga jadilah minyak bintang.

Cara pembuatan minyak bintang juga tidak sembarangan. Hanya orang yang memiliki amalan tertentu yang boleh membuatnya. Minyak ini pun harus dibuat pada malam Jumat ketika bintang bersinar terang.

Konon dari situlah nama dari minyak bintang berasal.

Pengobatan minyak bintang mengapa bisa dipercaya?

Di dunia kesehatan non-Barat, sistem medis dibagi menjadi dua kelompok besar: sistem medis personalistik dan naturalistik. Personalistik dan naturalistik merupakan etiologi (ilmu tentang hubungan sebab-akibat) yang menjadi sebab dan asal penyakit.

Sistem personalistik melihat penyakit terjadi karena kekuatan supranatural (hantu, roh jahat, santet). Sedangkan sistem naturalistik melihat penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan tubuh terhadap lingkungan alamiah dan sosialnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.