Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengawasan Pelaksanaan Parkir Berlangganan di Tulungagung

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Pengawasan Pelaksanaan Parkir Berlangganan di Tulungagung Doc: Antara
Ket. Salah satu kantong parkir di Jalan KH Wahid Hasyim, Tulungagung, yang direncanakan menjadi lokasi pelaksanaan parkir berlangganan.

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur akan melibatkan aparat penegak hukum (APH) untuk membantu mengawasi pelaksanaan program parkir berlangganan guna mencegah adanya praktik pungutan liar.

Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, Ronald Soesatyo, Selasa mengatakan, pengawasan oleh APH akan diterapkan setelah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah disahkan dan parkir berlangganan resmi diberlakukan.

"Jika jukir tetap melakukan penarikan retribusi selama parkir berlangganan berlangsung, maka itu tergolong pungli dan berpotensi diproses hukum," ujar Ronald.

Ronald menambahkan, jukir akan mendapatkan pembinaan secara berkala agar memahami dan mematuhi aturan. Pembinaan ini juga akan melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Menurutnya, parkir berlangganan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun jukir, dapat mendukung program tersebut.

“Program ini untuk kepentingan daerah. PAD yang diperoleh nantinya dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Secara teknis, pelaksanaan parkir berlangganan tahap awal akan dilakukan di 18 titik kantong parkir yang tersebar di kawasan perkotaan. 

Terbatasnya wilayah yang akan menerapkan parkir berlangganan pada tahap awal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM), mengingat Dishub tidak bisa merekrut tenaga honorer atau kontrak baru sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Ronald menyebut, program parkir berlangganan ditargetkan mulai berjalan pada September 2025. 

Dalam periode uji coba September hingga Desember 2025, pemkab menargetkan penerimaan PAD sebesar Rp3,7 miliar. Sedangkan pada 2026, potensi PAD dari sektor ini ditaksir mencapai Rp11 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.