Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat: Agar Program Efektif, Perlunya Perencanaan Terintegrasi, Jangan Ego Sektoral!

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 06:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat: Agar Program Efektif, Perlunya Perencanaan Terintegrasi, Jangan Ego Sektoral! Doc: istimewa
Ket. Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko

JAKARTA-Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan pemerintah harus memastikan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran tepat guna dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan merupakan sesuatu yang sangat baik dan memang seharusnya dilakukan. 

"Namun demikian agar itu tercapai dalam sistem penyelenggaraan yang sangat komplek perlu dilakukan beberapa hal berikut, pertama, perencanaan yang terintegrasi diantara seluruh kementerian dan lembaga, sehingga program tidak merupakan ego sektoral,"ungkap Suhartoko, Jumat (3/10).

Kedua, sistem penilaian tercapainya target perencanaan harus terukur sampai dengan satuan anggaran dari digit terkecil sampai dengan yang terbesar, serta transparan untuk diketahui semua lembaga dan kementerian.

Ketiga, frekuensi evaluasi dan monitoring perlu ditingkatkan dilakukan dalam jangka pendek sampai dengan jangka panjang, agar diketahui sejak dini tingkat pencapaian sasaran. "Keempat, perlu langkah yang konsisten secara top down untuk menjamin tercapainya target,"pungkas dia. 

Pemerintah memastikan seluruh program dan anggaran yang telah diprogramkan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat menjelang satu tahun pemerintahan. "Menjelang satu tahun pemerintahan, pemerintah akan pastikan seluruh program dan anggaran yang sudah diprogramkan harus betul-betul bermanfaat dan tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan," sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Rabu (1/10) malam. 

Pada Rabu (1/10), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menghadiri undangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas yang juga diikuti sejumlah menteri Kabinet di bidang ekonomi dan program strategis. Rapat tersebut menekankan pemanfaatan anggaran tahunan setiap kementerian harus sesuai dengan daya serap dan target yang telah ditetapkan. 

Apabila tidak memenuhi target, anggaran akan dialihkan untuk program lain yang dinilai dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Fokus pemerintah menjelang satu tahun masa kerja adalah memastikan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran tepat guna serta menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi menilai, pernyataan ini tidak hanya bernuansa teknokratis, tetapi juga politis. Menjelang satu tahun pemerintahan, narasi “tepat sasaran dan bermanfaat” bisa dibaca sebagai bentuk legitimasi atas kinerja kabinet. "Untuk itu, pemerintah perlu membangun citra bahwa penggunaan APBN bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan benar benar menyentuh kebutuhan rakyat. Namun, tanpa transparansi data capaian, klaim tersebut berpotensi menjadi retorika politik belaka,"tegas Badiul.

Disisi ekonomi terang Badiul, penekanan pada daya serap anggaran dan target output merupakan isu klasik. Diakhir tahun biasanya banyak K/L dan lembaga gagal menyerap anggaran secara maksimal karena birokrasi lamban atau perencanaan yang tidak matang. 

Kajian Mendalam

Janji realokasi anggaran ke program yang lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdengar positif, tetapi di sisi lain juga mengindikasikan potensi ketidaksiapan sebagian K/L dalam perencanaan awal. "Pertanyaannya apakah realokasi dilakukan berdasarkan kajian mendalam atau sekadar langkah pragmatis menjelang evaluasi tahunan?,"tanya Badiul

Disiplin anggaran, pemerintah menegaskan bahwa anggaran akan dialihkan bila target tidsn tercapai. Ini menandakan pergeseran paradigma dari menghabiskan anggaran menuju pemanfaatan yang produktif.

Namun, risiko yang muncul adalah inkonsistensi program. "Jika realokasi dilakukan terlalu sering dan tidak terukur, bisa menimbulkan ketidakpastian kebijakan, terutama bagi mitra pelaksana, dunia usaha, maupun masyarakat penerima manfaat,"ungkap Badiul

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

54 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.