Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pencegahan Korupsi Wajib hingga Tingkat Desa

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencegahan Korupsi Wajib hingga Tingkat Desa Doc: Antara/Biro Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni.

Penajam Paser Utara - Sekda Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mengatakan pencegahan dan pemberantasan korupsi wajib dilaksanakan di semua lembaga pemerintahan baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga pemerintahan paling terendah yakni Pemerintahan Desa.

"Upaya pencegahan tindak korupsi bukan hanya bisa dilakukan oleh tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota saja, tapi juga di tingkat desa," ucap Sri Wahyuni usai launching Desa Antikorupsi Tahun 2023, di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa.

Kegiatan launching tersebut dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dengan memperkenalkan nominasi 22 Desa Antikorupsi se Indonesia tahun 2023.

Launching ditandai dengan pemukulan gendang oleh pejabat terkait, termasuk Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Mardiana dan Sekda Sri Wahyuni. Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada desa antikorupsi tingkat provinsi dan kabupaten.

Sedangkan untuk penilaian desa antikorupsi 2023 dilakukan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) bekerjasama KPK RI.

Menurut Sekda Sri, Desa Tengin Baru merupakan perwakilan Provinsi Kaltim dalam program penilaian percontohan Desa Antikorupsi Tingkat Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh KPK RI.

" Kami berharap desa yang lain bisa belajar dari Desa Tengin Baru terkait apa indikator kriterianya, apa yang harus dipenuhi, apa yang harus dilakukan atau upaya apa yang dilaksanakan agar masuk nominasi nasional," jelasnya.

Karena itu, Pemprov Kaltim merasa yakin dan percaya, ke depan pembinaan dan pendampingan masyarakat di pemerintahan desa dapat berjalan baik.

"Memang masih ada desa yang melakukan penyimpangan di Indonesia. Tapi, alhamdulillah di Kaltim bisa dicegah. Karena, antikorupsi itu bagian dari alamiah. Yakni, kita melakukan sesuatu harus dengan ketentuan," jelasnya.

Jika antikorupsi dilakukan, maka terbuka ruang masyarakat bersama-sama untuk melakukan antisipasi tindakan korupsi.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan Mardiana menjelaskan Desa Anti Korupsi bukan kepala desa yang anti korupsi, tetapi bagaimana seluruh masyarakat ikut terlibat dalam mendukung pencegahan hingga pemberantasan korupsi. Terutama mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan masyarakat terlibat.

"Pada tahun 2022, di Kaltim terdapat Desa masuk nominasi desa antikorupsi nasional yaitu Desa Loa Duri Ilir, Kutai Kartanegara," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.