Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Segera Digitalisasi Transaksi di 110 Pasar Tradisional

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Pemprov Segera Digitalisasi Transaksi di 110 Pasar Tradisional Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Arsip foto - Pedagang melayani pembeli memindai kode batang untuk pembayaran nontunai QRIS di Pasar Tomang Barat, Jakarta.

JAKARTA – Sebanyak 110 pasar tradisional di bawah Perumda Pasar Jaya akan dipercepat untuk transaksi digital. Untuk langkah ini, Pemprov Jakarta menggandeng Bank Indonesia memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“Untuk saat ini ada 60 pasar tradisional yang digitalisasi. Tahun ini diharapkan ada lagi digitalisasi untuk 50 pasar. Berarti 110 selesai tahun ini,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu. Total pasar yang dikelola Pasar Jaya ada 153.

“Program Digitalisasi Pasar Inklusif Tahap 3 ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan ekosistem pasar yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta, Lily Mochamad Sadeli. Dia menegaskan ini dalam penutupan Program Digitalisasi Pasar Tahap 3 di Pasar Pal Meriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu.

Program yang merupakan kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek serta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) baik bank maupun nonbank ini resmi diluncurkan pada tanggal 13 Februari dan berlangsung selama satu bulan. “Program ini diharapkan mampu menjadi sarana unggulan dalam menggerakkan perekonomian Jakarta,” ujarnya.

Menurut Lily, inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya strategis mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Selain itu, digitalisasi pasar menjadi salah satu kunci dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Lily menjelaskan, salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di lingkungan pasar tradisional. Untuk itu, Bank Indonesia Jakarta memperluas keterlibatan peserta dengan menggandeng lebih banyak penyedia jasa pembayaran (PJP) dari sektor perbankan maupun nonbank.

Langkah tersebut bertujuan menghadirkan beragam inovasi layanan pembayaran yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga murah, aman, dan andal. “Dengan semakin luasnya akses terhadap layanan pembayaran digital, diharapkan proses transaksi di pasar menjadi lebih efisien dan mempercepat inklusi keuangan di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Lily, implementasi program selama satu bulan tersebut menunjukkan capaian yang signifikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku usaha (merchant) baru yang menggunakan QRIS di pasar-pasar tradisional, serta lonjakan volume dan nominal transaksi digital. Tidak hanya pada transaksi jual beli, digitalisasi juga mulai merambah ekosistem pendukung pasar, seperti sistem pembayaran parkir dan layanan lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tradisional mulai bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi digital yang lebih luas dan terintegrasi. “Perkembangan ini menjadi pintu gerbang dalam mewujudkan pasar sebagai sarana unggulan penggerak perekonomian daerah yang berkelanjutan,” ujar Lily.

Aspek Edukasi

Selain penguatan infrastruktur pembayaran, program ini juga menitikberatkan pada aspek edukasi. Selama kegiatan berlangsung, berbagai sesi sosialisasi dan pelatihan diberikan kepada para pedagang guna meningkatkan literasi keuangan digital.

“Edukasi ini penting agar para pedagang tidak hanya mampu menggunakan teknologi pembayaran digital, tetapi juga memahami manfaatnya dalam pengelolaan usaha, seperti pencatatan transaksi yang lebih rapi dan akses terhadap layanan keuangan formal,” ucapnya.

Lily berharap, sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jakarta menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Dukungan dari pemerintah daerah, baik sisi kebijakan maupun fasilitasi di lapangan, mempercepat adopsi digital di kalangan pelaku usaha pasar tradisional.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemprov Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas cakupan digitalisasi pasar hingga menjangkau seluruh pasar tradisional di wilayah ibu kota. Kolaborasi juga akan terus diperkuat dengan OJK, Perumda Pasar Jaya, serta para penyedia jasa pembayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.