Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Ambon Bangun Pasar Batu Merah, Wujudkan Konsep Waterfront City di Teluk Ambon

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Ambon Bangun Pasar Batu Merah, Wujudkan Konsep Waterfront City di Teluk Ambon Doc: Antara
Ket. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon, Rabu (8/4).

Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan penataan kawasan pesisir Teluk Ambon secara terencana dan terintegrasi melalui pembangunan Pasar Batu Merah sebagai bagian dari konsep "waterfront city" atau kota tepi laut.

"Pembangunan di sepanjang pesisir Teluk Ambon harus dilakukan secara presisi guna menjaga keindahan kawasan sekaligus mendukung penataan kota yang lebih baik," kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan Pemkot Ambon telah menyiapkan perencanaan terintegrasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di kawasan tepi pantai, termasuk pembangunan Pasar Negeri Batu Merah sebagai bagian dari penataan tersebut.

"Dalam rencana pembangunan ke depan, sudah kita buat perencanaan yang terintegrasi untuk memastikan pemanfaatan ruang tepi pantai ini dilakukan dengan baik, termasuk salah satunya pembangunan Pasar Negeri Batu Merah," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan pasar tersebut tidak sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menata kawasan agar lebih tertib dan rapi. 

Pemkot juga menargetkan tidak ada lagi lapak pedagang yang menempati badan jalan di sepanjang kawasan Batu Merah hingga Pantai Mardika.

"Kami berharap pembangunan pasar ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus kawasan ini lebih tertib, rapi dan tidak ada lagi lapak-lapak di sepanjang Jalan Batu Merah dan Pantai Mardika," katanya.

Selain itu, Wali Kota menyoroti persoalan sampah pasar yang selama ini masih banyak dibuang ke laut. Ia berharap kehadiran pasar baru dapat menjadi solusi melalui sistem pengelolaan yang lebih baik.

"Pasar ini mesti memastikan bahwa tidak ada ruang untuk membuang sampah di laut dan pengelolaannya dilakukan secara baik supaya mendukung semua yang sudah kita rencanakan," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendukung pembangunan Pasar Batu Merah untuk menata kawasan pesisir Kota Ambon.

Menurut dia, meskipun pasar tersebut berpotensi menjadi pesaing aktivitas perdagangan yang sudah ada, kepentingan masyarakat dan penataan kota menjadi prioritas utama.

"Karena kita cinta rakyat Kota Ambon dan ingin wajah kota ini lebih baik, maka kita tinggalkan soal persaingan. Selama didukung Raja Batu Merah dan Wali Kota, saya pasti mendukung," ujarnya.

Ia menambahkan, konsep "waterfront city" diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat, termasuk melalui pengelolaan kebersihan dan sanitasi kawasan yang lebih baik.

Proyek Pasar Batu Merah ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan dan akan dilengkapi 597 kios serta delapan unit pujasera di lantai dua guna mengakomodasi berbagai jenis usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.