Pemkab Bulungan Optimalkan Lahan Pertanian Wujudkan Kedaulatan Pangan
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 20:37 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, terus berupaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang luas untuk mewujudkan kedaulatan pangan di daerah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan visi misi Bulungan Berdaulat Bangan.
“Secara umum, alhamdulillah dengan kondisi lahan yang ada di Bulungan, termasuk yang sudah dipetakan, itu cukup luas potensinya,” ujar Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor, Kamis.
Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, potensi lahan pertanian di Bulungan terbentang luas di berbagai kecamatan dan desa. Ia mencontohkan, di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur, potensi lahan yang dapat digarap mencapai lebih dari 200 hektare.
Potensi serupa juga terdapat di Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, yang dulunya pernah ditetapkan sebagai kawasan food estate Kabupaten Bulungan dengan total potensi mencapai 50 ribu hektare.
Untuk menggenjot produksi dan mencapai kedaulatan pangan, Pemkab Bulungan melakukan langkah ekstensifikasi perluasan tanaman. Kehadiran Brigade Pangan, yang saat ini berjumlah 17 brigade dari target 20 brigade, menjadi motor penggerak di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan produksi padi di Bulungan periode 2020-2024 mencapai rata-rata 12,13 persen Kenaikan produksi ini sejalan dengan peningkatan luas panen yang mencapai 99,55 persen pada Oktober 2024.
Pada 2024, terjadi akselerasi pertumbuhan produksi padi sebesar 85,65 persen dengan total produksi mencapai 12.295 ton. Angka ini jauh melampaui kebutuhan beras Kabupaten Bulungan yang diperkirakan sebesar 13.593 ton.
Dengan luas panen mencapai 5.322 hektare pada 2024, Kabupaten Bulungan telah mampu memenuhi sekitar 75 persen kebutuhan beras penduduknya dan targetnya 100 persen pada 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat membangun kedaulatan pangan di Bulungan didasari oleh keselarasan program ini dengan ketahanan pangan nasional dan visi misi daerah.
“Sebaran lahan pertanian itu pelan-pelan kita lakukan upaya untuk mendorong para petani kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan perluasan dengan support Brigade Pangan,” katanya.
Fokus lain Pemkab Bulungan adalah mengatasi kendala distribusi pupuk subsidi. Bupati mengakui bahwa subsidi pupuk hanya menjangkau hingga Kota Tanjung Selor, sehingga petani di desa dan kecamatan harus menanggung biaya transportasi tambahan.
“Pupuk itu disubsidi hanya sampai di Kota Tanjung Selor, tetapi distribusinya sampai desa dan kecamatan pasti ada cost tambahan yang menjadi beban para petani kita, ini yang harus ada solusinya,” ujarnya.
Diskusi internal di lingkungan Pemkab Bulungan telah dilakukan untuk mencari solusi intervensi biaya angkut pupuk subsidi agar tidak membebani petani.
Pemkab Bulungan juga berupaya mengembangkan padi lokal yang digarap di ladang-ladang penduduk di dataran tinggi. Bupati melihat potensi besar dalam peningkatan produksi padi lokal, yang memiliki harga jual berbeda dengan varietas padi umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!