Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bangli Dorong Awig-Awig Desa Adat untuk Disiplinkan Pemilahan Sampah dari Sumber

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bangli Dorong Awig-Awig Desa Adat untuk Disiplinkan Pemilahan Sampah dari Sumber Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha di sela sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah salah satunya terkait sampah di Bangli, Bali, Kamis (19/2).

Bangli, Bali - Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, mengingatkan pentingnya aturan hukum adat (awig-awig) di tingkat desa untuk mengatur pemilahan sampah berbasis sumber.

“Mendorong kolaborasi desa adat melalui awig-awig (aturan adat) untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha di sela sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah di Bangli, Bali, Kamis (19/2).

Adapun aturan hukum adat memegang peran penting di tataran masyarakat di Pulau Dewata sehingga dapat berperan mendukung penanganan sampah.

Dengan cara itu diharapkan masyarakat termasuk perangkat daerah hingga pelajar di sekolah, dapat menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang.

Selain mendorong kolaborasi bersama desa adat, Pemerintah Kabupaten Bangli fokus pada beberapa poin strategis di antaranya mengoptimalisasi tempat pengolahan sampah dengan prinsip pembatasan timbulan, pendauran ulang, pemanfaatan kembali (TPS 3R) di tingkat desa.

Kemudian melakukan upaya khusus untuk mencegah polusi sampah masuk ke badan air, mengingat Bangli sebagai hulu sumber air di Bali.

Upaya itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga mencakup sampah organik, non-organik, dan residu.

“Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan (hubungan manusia dengan lingkungan), bentuk nyata rasa syukur kepada alam,” imbuhnya.

Cara lain dalam upaya penanganan sampah berbasis sumber melalui edukasi dan diseminasi informasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan berbasis digital.

“Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi informasi, serta perubahan perilaku masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, jumlah timbulan sampah di Kabupaten Bangli, Bali, pada 2024 jumlah timbulan sampah harian mencapai 113,86 ton atau per tahun mencapai 41.557 ton.

Sedangkan pada 2025, jumlah timbulan sampah harian mencapai 114,2 ton dan per tahun mencapai 41.683 ton.

Berdasarkan komposisi sampah pada 2025, sebesar 45 persen berupa kayu dan ranting, sebanyak 27,7 persen sampah sisa makanan dan 10,3 persen adalah sampah plastik.

Adapun sumber sampah paling besar dari rumah tangga yaitu hampir 63 persen sisanya dari pasar sebesar 11,3 persen, kemudian fasilitas publik dan perkantoran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.