Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemimpin Dunia Bahas Isu Global Mendesak di Markas PBB

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Pemimpin Dunia Bahas Isu Global Mendesak di Markas PBB Doc: AFP/TIMOTHY A CLARY
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres berpidato di Markas Besar PBB, New York City, Selasa (23/9).

PBB - Para pemimpin dunia dari berbagai negara sedang berkumpul di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), pada pekan ini untuk membahas berbagai isu global yang mendesak, seperti perang, kemiskinan, dan perubahan iklim.

Seperti dikutip dari Antara, para perwakilan dari negara-negara anggota PBB, termasuk sekitar 150 kepala negara dan pemerintahan, hadir untuk menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly/UNGA) ke-80. Mereka dijadwalkan akan menghadiri sejumlah konferensi tingkat tinggi (KTT) serta menggelar pertemuan bilateral.

Mengusung tema "Bersama lebih baik: 80 tahun dan seterusnya untuk perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia" (Better Together: 80 years and more for peace, development and human rights), sesi ke-80 UNGA diadakan pada saat yang sangat penting untuk memperbarui komitmen global terhadap multilateralisme, solidaritas, dan aksi bersama bagi manusia dan planet ini.

Pekan Tingkat Tinggi tahun ini menyoroti urgensi untuk mewujudkan janji Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG) dan menghidupkan kembali kerja sama global.

Empat acara utama dijadwalkan digelar pada Senin (22/9), yaitu Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 80 Tahun Pendirian PBB, Momen SDG, Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara, serta Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 30 Tahun Konferensi Dunia Keempat tentang Wanita.

Dalam Debat Umum, yang merupakan pertemuan tahunan para kepala negara dan pemerintahan di awal sesi Majelis Umum, para pemimpin dunia akan membuat pernyataan yang menguraikan posisi dan prioritas mereka dalam konteks tantangan global yang kompleks dan saling terkait.

“Tantangan global saat ini membutuhkan kerja sama yang lebih kuat dari sebelumnya,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.

Rencana Aksi

Pada Rabu (24/9), Guterres akan menggelar KTT Iklim sebagai platform bagi para pemimpin dunia untuk mempresentasikan rencana aksi iklim nasional mereka yang baru serta memanfaatkan era energi bersih yang baru. Menjelang COP30 di Brasil, KTT ini akan berfokus pada upaya untuk menunjukkan komitmen dan mempercepat aksi demi melindungi manusia dan Bumi sesuai dengan tujuan Perjanjian Paris.

KTT Dua Tahunan Pertama untuk Ekonomi Global yang Berkelanjutan, Inklusif, dan Tangguh juga akan diselenggarakan pada Rabu yang sama sebagai platform untuk menyatukan upaya multilateral dan sistem keuangan internasional di sekitar tujuan bersama demi pembangunan berkelanjutan.

Kedua KTT tersebut akan disusul oleh Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular serta Promosi Kesehatan dan Kesejahteraan Mental, Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 30 Tahun Program Aksi Dunia untuk Pemuda, serta Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Meluncurkan Dialog Global tentang Tata Kelola AI pada Kamis (25/9).

Selain itu, akan ada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir pada Jumat (26/9), dan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Situasi Muslim Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar pada 30 September.

Dalam sebuah konferensi pers pekan lalu yang diadakan setelah dimulainya sidang UNGA ke-80, Guterres mengatakan bahwa ribuan pertemuan pemimpin akan berlangsung selama Pekan Tingkat Tinggi ini, dan Guterres sendiri akan mengadakan lebih dari 150 pertemuan bilateral..

"Beberapa orang menyebut (Pekan Tingkat Tinggi) ini sebagai Piala Dunia bidang diplomasi. Namun, gelaran ini bukan tentang mencetak skor, melainkan harus tentang memecahkan masalah," kata Guterres kepada awak media.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

34 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.