Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Daerah Diminta Waspadai Ancaman Dampak Fenomena La Nina

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 13:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Daerah Diminta Waspadai Ancaman Dampak Fenomena La Nina Doc: antarafoto
Ket. Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin

JAKARTA - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mewaspadai ancaman dampak dari fenomena iklim La Nina terhadap musim panen raya petani di daerah.

"Mewaspadai ancaman fenomena iklim La Nina terhadap musim panen raya petani di daerah saat ini dengan memastikan petani terkover program asuransi usaha tani padi (AUTP)," kata Sultan B. Najamudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/3).

Menurut prediksi pakar klimatologi di BMKG, La Nina yang terjadi sejak 2 tahun terakhir, baru akan netral sekitar Maret sampai dengan April 2023. Hal itu, kata dia, tentu sedikit banyak akan mengganggu pesta panen raya petani pada bulan Maret ini.

"Kami minta Pemerintah dan BMKG terus memantau perkembangan anomali iklim, khususnya La Nina yang bisa saja unpredictable (tidak dapat diprediksi). Segera mengantisipasi gagal panen karena ancaman puso padi sudah terjadi di beberapa wilayah yang siap panen awal bulan ini," katanya.

Sultan menyebutkan pada periode Januari hingga 20 Februari 2023, misalnya, terdapat 2.101 hektare sawah yang ditanam padi di Jawa Timur terdampak banjir.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah harus memastikan agar petani memberikan perhatian pada upaya mitigasi atas ancaman bencana pada lahan pertanian melalui program Asuransi Pertanian.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan data yang pasti terkait dengan jangkauan program Asuransi Pertanian.

Kendati demikian, dia berharap petani yang sedang menantikan masa panen di awal Maret ini sudah terdaftar sebagai peserta asuransi pertanian.

Karena luasan panen raya padi sawah pada tahun ini cukup besar, dia memandang perlu mengantisipasi semua kemungkinan yang bakal terjadi.

Data kerangka sampling area (KSA) yang dihimpun Badan Pusat Statistik, prognosa panen padi bulan Februari 2023 seluas 1,0 juta hektare dan pada bulan Maret seluas 1,9 juta hektare.

DPD RI, kata dia, secara kelembagaan akan terus memantau perkembangan realisasi program Asuransi Usaha Tani Padi??????? (AUTP) di daerah.

"Kami mengapresiasi Pemprov Jateng di bawah komando Gubernur Ganjar Pranowo yang telah memberikan klaim ganti rugi kepada petani yang sawahnya mengalami kerusakan tanaman atau gagal panen, sesuai dengan ketentuan pada bulan Januari yang lalu," ujarnya.

Program AUTP dilaksanakan Kementan berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Di dalam Pasal 37, terdapat amanah kepada Pemerintah dan pemerintah daerah untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.