PBB Ungkap 1,5 Juta Warga Turki Tak Punya Tempat Tinggal Akibat Gempa
📅 Kamis, 23 Feb 2023, 09:31 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Xinhua
Sebanyak 1,5 juta warga di Turki disebut kehilangan tempat tinggal pasca gempa dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah belum lama ini.
Seorang pejabat Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) mengatakan bahwa setidaknya 500 ribu unit tempat tinggal di Turki harus dibangun kembali pasca gempa.
Perwakilan residen Turki dari UNDP Louisa Vinton mengungkapkan, pemerintah telah menginspeksi sekitar 70 persen bangunan yang terdampak gempa. Hasilnya, tercatat sebanyak 412 ribu unit tempat tinggal di 118 ribu bangunan runtuh atau harus dibongkar sepenuhnya.
"Jumlah puing yang harus dibersihkan sangat banyak, dan UNDP berupaya untuk meminimalkan ancaman limbah berbahaya," kata Vinton dalam konferensi pers, dikutip dari Xinhua, Rabu (22/2).
Vinton menambahkan, dua pekan setelah rangkaian gempa pertama, ada alasan mengapa gempa bumi itu disebut sebagai bencana alam terbesar dalam sejarah Turki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan bahwa pemerintah telah mengakhiri tahap pencarian dan penyelamatan korban untuk rangkaian gempa pertama pada Minggu (19/2), dan penyintas terakhir dievakuasi dari reruntuhan hampir 300 jam pascagempa.
Catherine Smallwood, pejabat kedaruratan senior untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penanggulangan risiko penyakit menular saat ini menjadi sangat penting. Sebab, sejumlah pengungsi hidup dalam kondisi berdekatan dengan satu sama lain, terkadang dengan akses ke toilet dan air bersih yang tidak memadai.
"Terdapat peningkatan risiko penyakit pernapasan, kolera, hepatitis A, dan campak," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam beberapa pekan terakhir, Provinsi Kahramanmaras di Turki selatan diguncang oleh serangkaian gempa bumi yang magnitudonya berkisar antara 6,4 hingga 7,7.
Rentetan gempa itu juga mengguncang beberapa wilayah di Suriah. Secara keseluruhan, diperkirakan 47 ribu orang tewas di kedua negara tersebut, menurut sejumlah laporan media.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!