PBB: Spesies Hewan yang Bermigrasi Terancam Punah
📅 Selasa, 13 Feb 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ISTIMEWA
PARIS - Status Spesies Migrasi Dunia atau State of the World's Migratory Species, pada Senin (12/2), melaporkan spesies yang bermigrasi di seluruh dunia berada di bawah ancaman kepunahan, termasuk gajah afrika, penyu, hingga elang laut.
Penilaian yang pertama kali dilakukan, berfokus pada 1.189 spesies yang tercakup dalam Konvensi PBB tentang Konservasi Spesies Hewan Liar yang Bermigrasi atau Conservation of Migratory Species of Wild Animals (CMS) ini menemukan satu dari lima spesies terancam punah dan 44 persen populasi mereka akan menurun.
Dikutip dari France 24, manusialah yang patut disalahkan karena merusak atau menghancurkan habitat, perburuan, dan mencemari kawasan dengan plastik, bahan kimia, cahaya, dan kebisingan.
Perubahan iklim juga mengancam akan mengganggu rute dan waktu migrasi dengan mengubah kondisi musiman.
"Kami mengetahui fenomena migrasi itu sendiri sedang terancam," kata kepala CMS, Amy Fraenkel, menambahkan laporan tersebut harus menjadi seruan tentang apa yang sedang terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan ini dirilis ketika lebih dari 130 negara penandatangan, kecuali Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada dan Russia, berkumpul untuk konferensi di Samarkand, Uzbekistan, dari tanggal 12 hingga 17 Februari.
Spesies yang bermigrasi sering kali bergantung pada lokasi yang sangat khusus untuk mencari makan dan kawin, dan perjalanan mereka dapat melintasi batas internasional dan bahkan benua.
Spesies ikonik yang melakukan perjalanan paling luar biasa melintasi planet ini termasuk kupu-kupu raja, paus bungkuk, dan penyu tempayan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Laporan hari ini menunjukkan bukti bahwa aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan membahayakan masa depan spesies yang bermigrasi," kata Inger Andersen, kepala Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Programme (UNEP).
Ancaman Utama
Aktivitas manusia seperti berburu, bertani, dan mencari ikan telah menjadi ancaman utama.
"Peternakan dapat merusak habitat, sementara tangkapan sampingan oleh kapal penangkap ikan, ketika hewan lain terjerat oleh alat penangkapan ikan, merupakan ancaman terbesar yang berkelanjutan bagi paus," kata Fraenkel.
Dia mengatakan meskipun perusakan habitat dianggap sebagai risiko utama bagi hewan-hewan yang bermigrasi, untuk beberapa spesies, laporan menemukan hal tersebut merupakan
"pembunuhan yang disengaja", baik untuk diambil dagingnya, atau untuk olahraga, atau karena hewan-hewan itu dianggap sebagai hama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!