Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Sebut Butuh Waktu Lebih dari 7 Tahun untuk Bersihkan Puing di Gaza

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 20:07 WIB | Oleh:
PBB Sebut Butuh Waktu Lebih dari 7 Tahun untuk Bersihkan Puing di Gaza Doc: AFP/GETTY IMAGES

HAMILTON - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyatakan pembersihan reruntuhan di Gaza dengan kecepatan saat ini dapat memakan waktu hingga tujuh tahun karena sebagian besar penduduk masih hidup dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Dalam pengarahan virtual dari Yerusalem setelah kunjungan terbarunya ke Jalur Gaza, Kepala UNDP Alexander De Croo pada Selasa (17/2) menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai yang terburuk yang pernah ia saksikan selama bertahun-tahun bekerja di bidang pembangunan.

“Ini adalah kondisi kehidupan terburuk yang pernah saya lihat, kondisi yang sangat menyakitkan untuk dijalani,” kata De Croo.

Dirinya menambahkan bahwa sebanyak 90 persen warga Gaza saat ini hidup di tengah reruntuhan, yang sangat berbahaya.

Lebih lanjutkan, ia menjelaskan bahwa upaya pemulihan UNDP berfokus pada tiga bidang utama. Yang pertama adalah pembersihan puing dan limbah padat.

“Pembersihan puing-puing, kami baru menyelesaikan sekitar 0,5 persen dari total keseluruhan,” ucapnya.

Ia menekankan perlunya peningkatan wewenang dan kapasitas guna mempercepat proses pembersihan dan daur ulang puing-puing

Prioritas kedua UNDP, lanjutnya, adalah penyediaan hunian sementara, karena 90 persen populasi tinggal di tempat yang bahkan sulit disebut sebagai tenda.

“Maksud saya, ini benar-benar tenda yang sangat, sangat sederhana,” kata dia..

UNDP sejauh ini telah membangun 500 unit hunian pemulihan dan memiliki 4.000 unit siap pakai, namun kebutuhan jauh melampaui pasokan yang ada saat ini.

“Diperlukan antara 200.000 hingga 300.000 unit untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, bukan kehidupan yang seharusnya mereka miliki, tetapi setidaknya lebih baik dari kondisi saat ini,” tambahnya.

Ia menyebut bidang ketiga adalah menghidupkan kembali sektor swasta Gaza yang sebagian besar terhenti. Program pemulihan mencakup investasi terbatas dan skema padat karya dengan pembayaran tunai.

Untuk memperluas bantuan, De Croo mengatakan UNDP memiliki satu permintaan besar kepada otoritas Israel, yaitu memberikan akses yang lebih luas untuk bahan bangunan, unit hunian, dan dukungan bagi pelaku usaha swasta.

Ia menegaskan bahwa dugaan kekhawatiran keamanan Israel tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi akses yang lebih besar bagi UNDP, organisasi-organisasi PBB lainnya, dan lembaga swadaya internasional. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.