Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: Kekerasan di Haiti Sebabkan 1,3 Juta Orang Mengungsikan

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 02:20 WIB | Oleh:
PBB: Kekerasan di Haiti Sebabkan 1,3 Juta Orang Mengungsikan Doc: AFP
Ket. Dirjen IOM, Amy Pope

JENEWA - Jumlah orang yang mengungsi di Haiti akibat kekerasan mencapai rekor yaitu hampir 1,3 juta orang, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/6).

Angka tersebut merupakan peningkatan sebesar 24 persen sejak Desember 2024, menurut laporan PBB, yang menambahkan bahwa jumlah tersebut adalah jumlah tertinggi orang yang mengungsi akibat kekerasan yang pernah tercatat di negara tersebut.

Haiti, negara termiskin di Amerika, telah lama menderita akibat kekerasan geng kriminal, yang dituduh melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan dan penculikan, di tengah ketidakstabilan politik.

"Di balik angka-angka ini terdapat begitu banyak individu yang penderitaannya tak terukur," kata Amy Pope, direktur jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB (IOM), dalam sebuah pernyataan.

“Banyak dari orang-orang tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka berkali-kali, sering kali tanpa apa-apa, dan sekarang hidup dalam kondisi yang tidak aman maupun berkelanjutan," imbuh Pope.

Menurut IOM, ibu kota Haiti, Port-au-Prince, tetap menjadi episentrum krisis, tetapi kekerasan geng telah menyebar ke luar kota.

"Serangan baru-baru ini di wilayah Centre dan Artibonite telah memaksa puluhan ribu penduduk mengungsi, banyak di antara mereka kini hidup dalam kondisi yang tidak menentu dan tinggal di tempat penampungan sementara," kata badan tersebut.

Di wilayah Artibonite, kekerasan di Petite Riviere saja telah menyebabkan ribuan orang meninggalkan rumah mereka, sehingga jumlah total pengungsi di wilayah tersebut menjadi lebih dari 92.000 orang, demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Di Haiti, meskipun hampir seperempat dari semua pengungsi internal tinggal di Port au Prince, semakin banyak orang yang melarikan diri ke bagian lain negara itu untuk mencari tempat yang aman. Di Utara, jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka telah meningkat hampir 80 persen," kata IOM. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.