Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Alokasikan Anggaran US$125 Juta Bantuan untuk 14 Negara

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
PBB Alokasikan Anggaran US$125 Juta Bantuan untuk 14 Negara Doc: MOHAMMED HUWAIS / AFP
Ket. Seorang pekerja membawa tas berisi biji-bijian di pabrik pengemasan di Ibu Kota Yaman, Sanaa, beberapa waktu lalu. PBB mengalokasikan anggaran 125 juta dollar AS untuk bantuan tanggap darurat.

NEW YORK - Badan Kemanusiaan PBB mengalokasikan anggaran sebanyak 125 juta dollar Amerika Serikat (AS) untuk operasi bantuan tanggap darurat ke mereka yang kekurangan dana di 14 negara di seluruh dunia.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths, yang juga merupakan Kepala Bantuan PBB, mengizinkan alokasi Dana Tanggap Darurat Pusat (CERF) untuk operasi di Afrika, Asia, Amerika, dan Timur Tengah.

Seperti dikutip dari Antara, kebutuhan pendanaan kemanusiaan global tahun ini telah melampaui 55 miliar dollar AS dan kurang dari 30 persen yang didanai, menurut OCHA.

"Ini adalah kenyataan yang kejam bahwa dalam banyak operasi kemanusiaan, lembaga-lembaga bantuan hanya menghabiskan sedikit dana pada saat kebutuhan masyarakat memaksa mereka untuk meningkatkannya," kata Griffiths.

"Berkat kemurahan hati sejumlah besar donor, kita dapat mengandalkan CERF untuk mengisi beberapa kekurangan yang ada. Sebagai hasilnya, banyak nyawa terselamatkan. Namun, kita memerlukan donor individu untuk mengambil tindakan juga -- ini adalah dana dari semua pihak dan untuk semua," katanya pula.

Bencana Alam

OCHA mengatakan pendanaan tersebut mendukung 250 juta orang yang terkena dampak konflik, dampak iklim, bencana alam, wabah penyakit, pengungsian, dan krisis lainnya.

"Dengan pendanaan tambahan ini, CERF telah mengalokasikan dana sebesar 270 juta dollar AS sepanjang tahun ini melalui program Underfunded Emergencies. Ini adalah jumlah tahunan terbesar yang pernah dialokasikan, ke sejumlah negara terbanyak, yang mencerminkan meroketnya kebutuhan kemanusiaan," kata OCHA.

Alokasi CERF, kata OCHA lagi, akan membantu meningkatkan bantuan kemanusiaan di beberapa krisis yang paling berkepanjangan dan terabaikan di dunia. Afghanistan dan Yaman (masing-masing 20 juta dollar AS), Burkina Faso dan Myanmar (masing-masing 9 juta dollar AS), Haiti dan Mali (masing-masing 8 juta dollar AS) dan juga akan mendukung operasi pengungsi di Bangladesh (8 juta dollar AS), dan Uganda (6 juta dollar AS).

OCHA mengatakan dana juga akan disalurkan ke Venezuela (8 juta dollar AS), Republik Afrika Tengah dan Mozambik (masing-masing 6,5 juta dollar AS), Kamerun dan Wilayah Pendudukan Palestina (masing-masing 6 juta dollar AS), dan Malawi (4 juta dollar AS).

Sebelumnya, PBB memperingatkan tahun 2023 akan kembali mencatatkan tingginya jumlah korban tewas dan cedera di kalangan pekerja bantuan kemanusiaan akibat konflik dan kerawanan di sejumlah negara seperti Sudan Selatan.

Hingga Agustus, tercatat 62 pekerja bantuan kemanusiaan tewas dalam sejumlah krisis di seluruh dunia, dengan 84 orang luka-luka dan 34 orang diculik, ungkap Kantor OCHA, mengutip data sementara dari tim peneliti Basis Data Keamanan Pekerja Bantuan Kemanusiaan di lembaga konsultan Humanitarian Outcomes.

Sudan Selatan menempati peringkat tertinggi dalam hal kerawanan bagi pekerja bantuan kemanusiaan dalam beberapa tahun berturut-turut, lanjut OCHA, seraya mencatat hingga Rabu (16/8), sebanyak 40 serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan dan 22 korban jiwa telah dilaporkan.

Sudan berada di urutan kedua, dengan 17 serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan dan 19 korban jiwa dilaporkan sejauh tahun ini. Menurut OCHA, negara lain yang juga melaporkan kematian pekerja bantuan kemanusiaan adalah Republik Afrika Tengah, Mali, Somalia, dan Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.