Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Kerja Dunia Terancam Revolusi Kecerdasan Buatan

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pasar Kerja Dunia Terancam Revolusi Kecerdasan Buatan Doc: FABRICE COFFRINI/AFP
Ket. Pengunjung menyentuh tubuh android “Geminoid HI-2” di stan Hiroshi Ishiguro Laboratories di KTT Global AI untuk Kebaikan di Jenewa, beberapa waktu lalu. Revolusi kecerdasan buatan akan berganti pekerjaan, menciptakan pekerjaan baru, dan membuat yang lain menghilang.

PARIS - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada Selasa (11/7), mengatakan negara-negara terkaya di dunia harus segera bersiap menghadapi dampak revolusi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan mengubah pekerjaan, menciptakan pekerjaan baru, dan membuat yang lain menghilang.

Dikutip oleh Agence France-Presse (AFP), perkembangan pesat AI dengan alat yang dapat menghasilkan esai, membuat gambar, dan bahkan lulus ujian medis, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa otomatisasi dapat menggantikan seluruh sektor tenaga kerja.

Dalam Prospek Ketenagakerjaan 2023, OECD mengatakan sejauh ini ada sedikit bukti dampak negatif yang signifikan terhadap pekerjaan dari AI.

"Sementara adopsi AI masih relatif rendah, kemajuan pesat, penurunan biaya, dan meningkatnya ketersediaan pekerja dengan keterampilan AI menunjukkan ekonomi OECD mungkin berada di ambang revolusi AI," kata laporan itu.

"Walaupun ada banyak manfaat potensial dari AI, ada juga risiko signifikan yang perlu segera ditangani," ujar OECD.

Organisasi internasional dan berpengaruh ini memiliki 38 negara anggota mulai dari Australia hingga Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS).

Kumpulkan Data

Dikatakan "penting" untuk mengumpulkan data yang lebih baik tentang penyerapan dan penggunaan AI di tempat kerja, termasuk pekerjaan mana yang akan berubah, dibuat atau dihilangkan, dan bagaimana kebutuhan keterampilan bergeser.

Menurut Direktur OECD untuk urusan ketenagakerjaan, tenaga kerja dan sosial, Stefano Scarpetta, penggunaan AI umumnya terkonsentrasi di perusahaan besar yang masih bereksperimen dengan teknologi baru, dan banyak yang tampaknya enggan mengganti staf.

"Namun, juga jelas bahwa potensi substitusi tetap signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan penurunan upah dan kehilangan pekerjaan," tulisnya dalam tajuk rencana.

AI memiliki potensi untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja dengan mengurangi "tugas yang membosankan atau berbahaya".

"Dan hal itu dapat menyebabkan upah yang lebih tinggi bagi pekerja yang keterampilannya melengkapi teknologi tersebut," kata laporan OECD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.