Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Hati-hati, Rupiah Hari Ini Tertekan oleh Sinyal Moneter AS

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Hati-hati, Rupiah Hari Ini Tertekan oleh Sinyal Moneter AS Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah mengalami pelemahan seiring sikap hati-hati pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Investor menahan diri menunggu sinyal lebih jelas dari The Fed terkait suku bunga, sehingga arus modal keluar dari aset berisiko termasuk rupiah meningkat.

Tekanan ini menyoroti sensitivitas mata uang domestik terhadap kebijakan eksternal dan pentingnya strategi stabilisasi untuk menjaga nilai tukar tetap terkendali.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (5/2), bergerak melemah 65 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.842 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar atas arah kebijakan moneter AS.

“Tekanan masih datang dari faktor eksternal, seiring menguatnya dolar AS di pasar global di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat,” katanya di Jakarta.

Taufan menerangkan bahwa ekspektasi suku bunga The Fed yang masih relatif tinggi membuat aset berbasis dolar tetap menarik, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Melihat sentimen domestik, sentimen pasar berasal dari rilis pertumbuhan dan stabilitas makro.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru melaporkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (year-on-year/yoy) sepanjang 2025 dengan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp13.580,5 triliun, naik dari Rp12.920,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Kendati rupiah mengalami pelemahan, lanjutnya, kehadiran Bank Indonesia (BI) menjaga nilai tukar tak terlalu merosot.

“Kehadiran Bank Indonesia di pasar valas serta fundamental ekonomi domestik yang relatif terjaga berpotensi menahan pelemahan agar tetap terbatas,” ungkap Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.