Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ogah Kalah Bersaing, Indonesia Mulai Garap Ekosistem 'Luxury Tourism' Secara Masif

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Ogah Kalah Bersaing, Indonesia Mulai Garap Ekosistem 'Luxury Tourism' Secara Masif Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Luxury Business Gathering diadakan di Jakarta pada 26 Mei 2026 untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh membuka peluang kerja sama pengembangan usaha pariwisata premium sekaligus memfasilitasi perluasan jejaring bisnis pariwisata berkualitas tinggi di dalam negeri. 

Menurut siaran pers pemerintah yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Kementerian Pariwisata telah mengadakan Luxury Business Gathering di Jakarta pada 26 Mei 2026 guna mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial.

Kegiatan yang mencakup pertemuan bisnis itu dirancang untuk membantu perluasan jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan layanan pariwisata premium.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan perlunya pelaku usaha pariwisata nasional menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif agar masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, Luxury Business Gathering menghadirkan peluang untuk memperluas pasar layanan pariwisata premium.

"Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang," katanya.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti mengatakan, Luxury Business Gathering mempertemukan 10 penjual layanan pariwisata premium dengan sekitar 25 pembeli potensial.

Peserta pertemuan bisnis itu mencakup pelaku usaha di bidang perhotelan, jasa perjalanan wisata, pelayanan wisata bahari, dan anggota asosiasi pelaku industri pariwisata.

"Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan," kata Erwita.

Kementerian Pariwisata berupaya membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang kuat, terintegrasi, dan berdaya saing.

Pertemuan pelaku industri dengan pembeli potensial diharapkan mendorong hadirnya lebih banyak produk layanan wisata premium, pengembangan destinasi wisata, dan peningkatan perjalanan wisatawan di dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2025 angka perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama Januari sampai Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara  mencapai 319,51 juta perjalanan, meningkat 13,14 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.