Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Ketergantungan Impor Membuat Harga dan Produk Plastik Melambung

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 15:48 WIB | Oleh:
BPS: Ketergantungan Impor Membuat Harga dan Produk Plastik Melambung Doc: Kemenperin

JAKARTA – Kenaikan harga plastik dan produk dari plastik tak terbendung akibat konflik di Timur Tengah. Apalagi Indonesia masih mengandalkan impor yang membuat harga plastik semakin mahal.

Kenaikan harga plastik mulai terasa memasuki bulan April 2026, karena harganya melonjak drastis antara 30-50 persen. Sebagai contoh, plastik kresek yang harganya semula Rp15.000 per kemasan sekarang harganya bisa mencapai Rp25.000.

Konflik di Timur Tengah membuat pasokan pasokan bahan baku plastik terganggu. Selain harga bahan bakunya sendiri yang berbasis minyak bumi juga mengalami kenaikan, seiring naiknya harga minyak.

Di sisi lain, Indonesia masih banyak mengimpor plastik dan barang dari plastik (kode HS 39). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026, impor plastik dan barang dari plastik nilainya mencapai USD873,2 juta.

“Asal impor komoditi ini antara lain dari Tiongkok senilai USD380,1 juta. Selain itu dari Thailand senilai USD82,7 juta dan dari Korea Selatan senilai USD66,7 juta,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Jumat (3/4).

Sementara bahan baku plastik berupa nafta banyak diimpor dari Timur Tengah. Untuk Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, akan mencari negara alternatif untuk impor nafta.

“Kita carikan alternatif bahan baku termasuk nafta itu dari India, Afrika dan Amerika. Namun untuk in ikan butuh proses, tidak biasa instan,” ujar dia.

Nafta merupakan produk turunan minyak bumi yang diolah menjadi bahan baku plastik seperti etilena dan propilena. Sementara itu kode barang HS 39 cakupannya mulai dari pipa, selang, kemasan plastik untuk makanan, hingga perlengapan rumah tangga yang terbuat dari plastik. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.