Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NATO Tidak Akan Menjadi Bagian dari Konflik Russia dan Ukraina

📅 Rabu, 29 Mei 2024, 00:48 WIB | Oleh:
NATO Tidak Akan Menjadi Bagian dari Konflik Russia dan Ukraina Doc: KENZO TRIBOUILLARD/AFP
Ket. Sekjen NATO, Jens Stoltenberg

BERLIN - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jens Stoltenberg, mengatakan Tiongkok memperkeruh perang di Eropa dengan mendukung Russia menyerang Ukraina.

"Tiongkok mengatakan ingin menjaga hubungan baik dengan Barat. Namun, di saat bersamaan, Beijing memperburuk perang di Eropa. Kalian tidak bisa mendapatkan keduanya," ujar Stoltenberg saat diwawancara harian Jerman, Welt am Sonntag, pekan lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Stoltenberg menekankan peran penting dukungan Tiongkok terhadap Russia dalam konflik Ukraina. Dia mencatat adanya peningkatan yang jelas dalam penjualan suku cadang mesin, mikroelektronika, dan teknologi lain yang digunakan Moskwa untuk memproduksi rudal, tank, dan pesawat terbang dalam perang melawan Ukraina.

Stoltenberg mengulang kembali tidak ada rencana mengirim pasukan NATO ke Ukraina atau memperluas payung pertahanan udara aliansi tersebut ke Ukraina, dan sekali lagi menegaskan NATO tidak akan menjadi bagian dari konflik tersebut.

Sambil mendesak negara-negara anggota NATO untuk memberi dukungan kepada Ukraina, Stoltenberg mengatakan belum terlambat bagi Ukraina untuk menang. "Kita perlu mengirimkan lebih banyak senjata dan amunisi ke Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara dan senjata jarak jauh," katanya.

Produksi Senjata

Dia menekankan pentingnya bagi para sekutu untuk memperbarui inventaris militer mereka dan meningkatkan produksi senjata dan amunisi.

Stoltenberg mengatakan jika Presiden Russia, Vladimir Putin, mendapatkan apa yang dia inginkan di Ukraina, tidak akan ada keamanan abadi di Eropa, dan dunia secara keseluruhan akan menjadi lebih tidak stabil.

"Kita harus mencegah Russia melakukan agresi lebih lanjut. Kebijakan yang menenangkan Putin tidak akan berhasil," tambah Stoltenberg.

Sebelumnya dilaporkan stasiun berita pemerintah Denmark, setidaknya sebanyak 100 tank Leopard 1 yang diberikan Denmark, Jerman, dan Belanda kepada Ukraina sebagai bantuan militer mengalami kerusakan akibat suku cadang yang hilang.

Media DR melaporkan masalah dengan tank-tank tersebut begitu jelas sehingga Ukraina menolak menerima senjata yang berada di bawah komando mereka. Menurut dokumen Kementerian Pertahanan, industri pertahanan Jerman khususnya, tidak memenuhi janji kepada Ukraina.

Dokumen tersebut mengatakan tank-tank yang dipilih untuk dikirim ke tentara Ukraina tidak dapat menembak karena rem mundurnya hilang.

Kementerian Pertahanan memastikan mekanik Denmark dikerahkan untuk memperbaiki tank yang rusak. "Lebih dari 90 tank telah diperbaharui, namun belum semuanya dikirimkan.

"Guna memastikan ada cukup tank untuk digunakan dalam pelatihan di Jerman, telah diputuskan - melalui koordinasi dengan industri Ukraina dan Jerman - untuk mempertahankan sejumlah tank di area pelatihan," kata kementerian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.