Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Nadiem Anwar Makarim: Fokus Pendidikan Berbasis Kompetensi & Karakter

📅 Sabtu, 26 Okt 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nadiem Anwar Makarim: Fokus Pendidikan Berbasis Kompetensi & Karakter Doc: ANTARA/WAHYU PUTRO A

Sebelum diputuskan sebagai Mendikbud, pemanggilan Nadiem mendapat perhatian khusus karena dia masih cukup muda. Setelah pria berusia 35 tahun tersebut diumumkan sebagai Mendikbud, banyak pihak meragukan kemampuannya dalam mengemban tugas. Keraguan muncul karena dia sukses mengelola bisnis, tapi di bidang pendidikan dan kebudayaan justru belum banyak yang dilakukan.
Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Marup berkesempatan mewawancarai Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Rabu (23/10). Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana perasaan Anda setelah terpilih menjadi Mendikbud?


Jujur saya tidak mengira akan bekerja di pemerintahan. Sebelumnya saya merasa diri saya akan terus bergiat di sektor sosial dan privat. Sudah sejak lama juga saya pertimbangkan dan ingin banget memecahkan berbagai macam masalah di Indonesia.

Surprise tentu saja, tapi tidak berlebihan juga karena setahun ini sebenarnya sudah kenal dengan Presiden Joko Widodo dan kalau ngobrol berbagai macam topik, ujungnya ke pendidikan lagi. Membahas semua masalah, ujungnya solusi itu ke masa depan yang bisa permanen yaitu di generasi berikutnya.

Saya bawa semangat yang luar biasa dengan pendidikan karena merupakan potensi penyelesaian terbesar. Memang kalau bicara dampak bukan sekarang, tapi ke depan. Alasan saya menerima jabatan dan amanah ini padahal begitu besar dan berat karena cara paling efektif buat saya untuk mentransformasi suatu negara melalui pendidikan dan generasi berikutnya. Itu jadi yang terpenting.

Bagaimana cara meningkatkan kualitas generasi di masa mendatang?


Salah satunya dengan mengubah mindset generasi yang berikutnya. Indonesia akan semakin maju di panggung dunia. Itu adalah visi terbesar dari Presiden Joko Widodo yang dibawakan. Kalau melihat semua negara, termasuk kita juga melakukan hal yang sama. Semua masalah di bidang lainnya itu bisa dipecahkan dengan kualitas generasi masa depan kita.

Apa gagasan besar Anda dalam menjalankan peran sebagai Mendikbud?


Kalau ada satu tema yang selalu saya gaungkan adalah prinsip gotong royong. Itu menjadi salah satu hal yang unik di Indonesia karena bagian dari adat kita dari dulu sampai sekarang.

Gotong royong jadi sebuah asas dan value yang akan saya bawa ke dalam semua aktivitas dan interaksi, baik di level kementerian maupun kementerian lain, bahkan sekolah, guru, dan pemerintah daerah. Semua asas gotong royong ini akan menjadi kata kunci di perjalanan kita bersama.

Apa rencana dan target Anda selama 100 hari kerja?

Saya tidak punya rencana sama sekali. Rencana saya 100 hari adalah saya akan duduk, mendengar, dan berbicara dengan pakar-pakar di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka telah bertahun-tahun memberikan dampak pada kualitas pendidikan Indonesia dan saya belajar dari mereka.

Selama 100 hari pertama saya akan mengerjakan apa aspirasi saya untuk semua siswa di seluruh Indonesia yaitu belajar. Jadi saya berada di sini untuk menjadi murid bukan menjadi guru. Orang-orang yang bekerja sama dengan saya di Kemendikbud jadi ujung tombak terpenting masa depan Indonesia.

Saya di sini boleh dibilang mulai dari nol. Maka dari itu saya akan belajar sebanyak-banyaknya selama ini. Tapi jangan khawatir selama ini saya juga sudah mempersiapkan diri. Jadi banyak pekerjaan rumah yang sudah saya kerjakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Punya Panorama Pegunungan, Sekolah Rakyat Bogor Siap Jadi Kawasan Pendidikan Modern

Punya Panorama Pegunungan, Sekolah Rakyat Bogor Siap Jadi Kawasan Pendidikan Modern

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.