Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Museum Bahari Gelar Pameran Eksplorasi Sejarah Pesisir Jakarta

📅 Jumat, 06 Des 2024, 20:55 WIB | Oleh:
Museum Bahari Gelar Pameran Eksplorasi Sejarah Pesisir Jakarta Doc: ANTARA/Yamsyina Hawnan
Ket. Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis'ari (tengah) dalam acara pembukaan pameran kontemporer "Membangun di Lahan Basah", di Museum Bahari Jakarta, Jumat (06/12).

JAKARTA - Museum Bahari Jakarta menggelar pameran kontemporer berisi tentang eksplorasi sejarah kawasan pesisir Jakarta sejak era kolonial Belanda hingga masa modern dengan fokus pada konsep lahan basah.

“Pameran ini bukan hanya menyajikan arsip sejarah, tetapi juga melibatkan seniman untuk memperkaya interpretasi tema,” kata Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari dalam pembukaan pameran bertajuk "Membangun di Lahan Basah" di Jakarta, Jumat.

Konsep lahan basah yang diangkat dalam pameran tersebut mengacu kepada dua arti. Pertama, Jakarta yang secara geografis berdiri di lahan hasil sedimen perairan dan makna kedua bahwa Jakarta menjadi sebuah titik perkembangan yang strategis.

Mis'ari menambahkan, untuk memperluas tema yang ada di pameran, pihak museum sengaja mengajak berbagai seniman untuk berkolaborasi.

Berbagai karya visual seperti maket dan lukisan dipajang di ruang pamer. Adapun pameran ini melibatkan sejumlah seniman, kolaborator dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), perancang dari SK Studio, hingga Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia (UI).

"Tahun ini strategi pameran yang kami lakukan adalah tidak sekedar menyajikan informasi atau tempatnya saja tapi sengaja kami menggandeng mitra perupa, mitra seniman untuk bisa ikut merespon tema-tema dari pameran yang kami gelar," lanjutnya.

Menurut Mis'ari, strategi ini diharapkan bisa menjadikan museum lebih inklusif dan menarik bagi semua kalangan, sehingga lebih banyak pengunjung yang menjelajah pameran tersebut.

Pameran ini berawal dari buku Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652-1977 yang membahas asal mula Museum Bahari yang pada awalnya merupakan gudang barat di masa VOC, hingga menjadi cagar budaya pada saat ini.

Mis'ari berharap pameran ini menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi, serta membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut tentang kekayaan cagar budaya Jakarta menjelang perayaan lima abad kota ini.

“Pameran ini adalah wujud kerja keras kolektif dari berbagai pihak. Kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan kawasan cagar budaya Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Pulau Onrust,” kata Mis’ari.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan sejarah pesisir Jakarta, pameran ini akan dibuka untuk umum mulai tanggal 7 Desember 2024.

Pameran ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai 7 Desember 2024 hingga 22 Juni 2025 di museum yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.