Museum Airlangga, Penjaga Peninggalan Sejarah Kerajaan di Jawa Timur
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 07:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Antara Jatim/Prasetia Fauzani
SIAPA yang tidak kenal Airlangga? Pendiri Kerajaan Kahuripan, Panjalu dan Jenggala yang memerintah pada sekitar tahun (1019–1046). Ia naik tahta dengan bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
Raja Airlangga lahir pada tahun 990 di Bali, putra dari Udayana yang memimpin kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Sementara itu Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari kerajaan Medang.
Airlangga menyatukan kembali bekas kerajaan Medang setelah jatuh di bawah serangan Haji Wurawari dari Lwaram. Ia kemudian memerintahkan Mpu Kanwa untuk menggubah kakawin Arjunawiwaha yang menggambarkan keberhasilannya di medan peperangan.
Pada akhir masa pemerintahannya Airlangga membagi kerajaannya Kahuripan menjadi dua untuk kedua putranya yaitu kerajaan Panjalu dan kerajaan Jenggala. Kerajaan Panjalu yang dikenal juga dengan nama Kadiri atau Kediri merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang terdapat di Jawa Timur, antara tahun 1042–1222.

Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah pelajar mengamati prasasti saat kegiatan belajar bersama di Museum Airlangga Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan belajar bersama di museum Airlangga selama dua hari tersebut diikuti oleh 120 pelajar tingkat SMA guna memperkenalkan budaya nusantara sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan museum. Antara Jatim/Prasetia Fauzani
Kerajaan ini diperintah oleh Wangsa Isyana dan berpusat di Dahanapura, adalah nama sebuah kota kuno di masa lalu yang sekarang menjadi bagian dari Kota Kediri. Sebelum pembagian kerajaan, Panjalu merupakan wilayah dari Kerajaan Kahuripan.
Sedangkan Jenggala atau Janggala adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang hidup antara tahun 1042 dan berakhir sekitar tahun 1135-an. Wilayah Jenggala membentang dari Tamwlang (Tembelang), Jombang hingga Banyuwangi, yang saat ini menjadi pusat wilayah kebudayaan wetanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerajaan Jenggala diperintah oleh dinasti atau wangsa Isyana. Lokasi pusat kerajaan diperkirakan sekarang berada di wilayah Porong, Sidoarjo.
Guna menjaga benda-benda berharga dari Kerajaan Panjalu, Jenggala, Singasari, Majapahit hingga Kerajaan Kediri, dan peninggalan kuno lainnya maka dibangun Museum Airlangga dimulai pada pada tanggal 30 November 1991 dan diresmikan pada tanggal 6 Februari 1992 oleh Gubernur Jawa Timur pada saat itu Drs. Soelarso.
Museum Airlangga terletak di Jalan Mastrip Nomor 1 Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Jaraknya sekitar 6,3 km dari pusat kota atau alun-alun ke arah barat laut atau dengan waktu tempuh sekitar 17 menit.
Dengan cakupan luas area 6.670 meter persegi museum ini tergolong cukup luas. Tempat penyimpanan benda-benda beseharga ini satu lokasi dengan alam Goa Selomangleng yang terletak di tepi Gunung Klotok.
Museum Airlangga di Kota Kediri menyimpan lebih dari 350 koleksi benda purbakala yang mencerminkan sejarah dan budaya Kerajaan Kediri serta peradaban Jawa Timur pada umumnya. Berikut adalah beberapa koleksi utama yang dapat ditemui di museum.
Bangunan museum Airlangga Kediri memiliki atap limasan dan dinding kaca sekelilingnya. Papan nama museum yang terletak di bagian depan tiang terbuat dari kayu. Di pojok kiri kanan luar bangunan terdapat arca penjaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!