Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MPMX Tunjukkan Ketahanan Bisnis di Tengah Tekanan Industri

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 18:28 WIB | Oleh:
MPMX Tunjukkan Ketahanan Bisnis di Tengah Tekanan Industri Doc: MPMX
Ket. Armada distribusi dan ritel kendaraan roda dua PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Perusahaan ini mencatat laba bersih Rp 173 miliar pada kuartal I 2026, naik 8 persen secara tahunan di tengah penurunan pendapatan dan tekanan industri otomotif.

Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan peningkatan profitabilitas pada kuartal pertama 2026 meski pendapatan perseroan mengalami penurunan di tengah dinamika industri otomotif nasional.

Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit untuk periode tiga bulan pertama 2026, perusahaan otomotif terintegrasi ini mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun, turun 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi penyesuaian pada sejumlah lini usaha. Meski demikian, perseroan berhasil menjaga kinerja laba melalui efisiensi operasional dan penguatan kualitas pendapatan.

Laba kotor MPMX tercatat naik 3 persen YoY menjadi Rp365 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 9,1 persen, dibandingkan 8,5 persen pada kuartal pertama 2025. Sementara itu, laba usaha tumbuh 6 persen YoY menjadi Rp193 miliar dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8 persen, dari sebelumnya 4,3 persen.

Kinerja positif juga tercermin pada laba bersih yang meningkat 8 persen YoY menjadi Rp173 miliar, dengan margin laba bersih naik menjadi 4,3 persen, dibandingkan 3,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Group Chief Financial Officer MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan kondisi perlambatan ekonomi masih memberikan tekanan pada sektor otomotif sepanjang awal tahun ini. Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini

“Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan,” ujar Beatrice melalui keterangannya pada hari Rabu (6/5).

Ia menambahkan, perseroan tetap optimistis dapat menjaga ketahanan bisnis secara berkelanjutan. Dari sisi segmentasi bisnis, unit distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia masih menjadi kontributor utama pendapatan.

Namun, segmen ini mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 3 persen YoY menjadi Rp3,797 triliun. Pada bisnis distribusi, penjualan sepeda motor turun 5 persen, meski pendapatan purna jual meningkat 4 persen.

Di sisi lain, bisnis ritel menunjukkan pertumbuhan lebih baik dengan kenaikan pendapatan penjualan sebesar 3 persen, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis 2 persen. Meski pendapatan menurun, laba kotor segmen ini naik 2 persen menjadi Rp 321 miliar, dengan margin meningkat menjadi 8,5 persen.

Perseroan menyebut peningkatan ini didorong optimalisasi pengelolaan biaya serta kontribusi yang lebih baik dari lini ritel dan layanan purna jual. Pada segmen asuransi melalui MPMInsurance, pendapatan turun 17 persen YoY menjadi Rp 204 miliar, terutama akibat menurunnya kontribusi dari lini kendaraan bermotor dan properti.

Kendati demikian, efisiensi biaya membuat hasil layanan asuransi meningkat 10 persen menjadi Rp 44 miliar. Selain itu, hasil investasi tumbuh signifikan sebesar 34 persen YoY menjadi Rp12 miliar.

Sementara itu, bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent mencatat pendapatan sebesar Rp 368 miliar, turun 4 persen YoY. Meski aktivitas operasional melambat, laba kotor justru meningkat 9 persen menjadi Rp 83 miliar.

Margin laba kotor segmen ini naik signifikan menjadi 22,6 persen, dibandingkan 19,9 persen pada kuartal pertama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh efisiensi harga pokok penjualan, membaiknya profitabilitas bisnis rental kendaraan, serta kontribusi lebih kuat dari penjualan mobil bekas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.