Momentum Kebangkitan Juventus Diuji Roma di Tengah Padatnya Agenda Piala Super Italia
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 06:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MILAN, ITALIA — Juventus kembali mendapat kesempatan untuk menyeret diri ke dalam persaingan gelar Serie A saat menjamu rival klasik AS Roma di Turin, Sabtu (20/12) malam waktu setempat. Laga ini digelar ketika para pesaing utama lainnya terbang ke Riyadh untuk mengikuti Piala Super Italia, yang otomatis membuat jadwal liga italia akhir pekan ini menipis.
Tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter Milan, Juventus yang kini berada di peringkat kelima berharap momentum kemenangan impresif atas Bologna pekan lalu bisa berlanjut. Hasil tersebut menjadi sinyal awal bahwa sentuhan pelatih baru Luciano Spalletti mulai terasa di Turin.
Pertemuan melawan Roma juga menjadi panggung pembuktian lain bahwa Juve benar-benar bangkit, menyusul sepekan turbulen yang kembali menimpa klub tersukses Italia itu. Pekan lalu, Exor, perusahaan induk milik keluarga Agnelli yang menguasai Juventus, secara terbuka menolak tawaran perusahaan kripto Tether untuk mengambil alih saham pengendali klub.
Keluarga Agnelli telah memiliki Juventus lebih dari satu abad, sehingga penolakan tersebut seolah menutup spekulasi. Namun, Exor belakangan melepas sejumlah aset di Italia, sementara Juventus menjadi “lubang uang” sejak pandemi Covid-19. Klub ini menelan kerugian mendekati satu miliar euro tanpa prestasi signifikan di atas lapangan.
Spalletti menjadi pelatih ketiga Juventus dalam satu tahun kalender. Ia kini berusaha menambal kesalahan-kesalahan struktural di balik layar, sekaligus merapikan warisan dari para pendahulunya, Thiago Motta dan Igor Tudor. Dari sisi teknis, tanda tanya masih muncul di lini belakang, terutama dengan absennya Teun Koopmeiners akibat skorsing dan kondisi Gleison Bremer yang belum sepenuhnya bugar. Di lini depan, Lois Openda diprediksi tampil sebagai starter, mengungguli Jonathan David.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roma datang sebagai lawan tangguh. Tim ibu kota ini memiliki pertahanan paling rapat di Serie A, serta, bersama dua klub Milan, catatan tandang terbaik musim ini. Roma duduk di posisi keempat klasemen, hanya terpaut tiga poin dari Inter.
Namun, sejarah tidak berpihak kepada Giallorossi. Sejak Allianz Stadium diresmikan pada 2011, Roma hanya sekali menang di markas Juventus. Dalam periode tersebut, mereka menelan 13 kekalahan dan dua hasil imbang.
Sementara itu, dengan Inter, AC Milan, Napoli, dan Bologna berada di Arab Saudi, laga lain yang mencuri perhatian akhir pekan ini adalah upaya Fiorentina keluar dari krisis saat menjamu Udinese pada Minggu. La Viola finis keenam musim lalu di bawah Raffaele Palladino, tetapi kepergian sang pelatih akibat friksi internal justru memicu kejatuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fiorentina kini terpuruk di dasar klasemen dengan enam poin, catatan terburuk mereka setelah 15 pertandingan. Klub ini juga sudah berganti pelatih untuk kedua kalinya musim ini, dengan Paolo Vanoli menggantikan Stefano Pioli bulan lalu. Kekalahan telak di menit akhir dari rival degradasi Verona bahkan memunculkan spekulasi soal masa depan Vanoli, dengan Fiorentina tertinggal delapan poin dari Parma, Genoa, dan Cagliari yang berada tepat di atas zona merah.
“Saya tidak memikirkan masa depan saya, tetapi apa yang terbaik untuk Fiorentina. Semua yang kami lakukan demi Fiorentina, dan masa depan saya menjadi nomor sekian,” ujar Vanoli, Rabu lalu.
Di laga lain, Atalanta, kini dilatih Palladino, bertandang ke Genoa pada hari Minggu. Meski masih berada di peringkat ke-12 dan tertinggal 11 poin dari zona Liga Champions, tim asal Bergamo menunjukkan peningkatan signifikan sejak menunjuk pelatih baru bulan lalu.
Pemain Kunci: Kenan Yildiz
Penyerang muda Turki, Kenan Yildiz, menjadi cahaya terang Juventus di awal musim yang berjalan tidak mulus. Pemain berusia 20 tahun itu berharap bisa menghadirkan kemenangan bernuansa akhir tahun bagi timnya.
Dengan koleksi enam gol dan tujuh assist di semua kompetisi, Yildiz menjadi poros utama permainan menyerang Juve. Umpan silangnya yang presisi menjadi awal gol kemenangan Juan Cabal ke gawang Bologna. Perannya kembali krusial saat Juventus mencoba membongkar pertahanan Roma yang baru kebobolan delapan gol sepanjang musim ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!