Metode ini Mendeteksi Dini Myopia pada Anak Usia Sekolah
📅 Senin, 29 Jan 2024, 14:15 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: istimewa
JAKARTA - Hoya Vision Care, produsen lensa dari Jepang mengadakan acara Miyosmart Goes to School dengan menyambangi An Nahl Islamic School di Ciangsana, Bogor.
Lebih dari 300 peserta didik dari 20 kelas jenjang SD hingga SMP di sekolah tersebut mendapatkan pemeriksaan mata secara gratis. Pemeriksaan mata ini dilakukan bersama VIO Optical Clinic, Vision Therapy yang berfokus pada layanan Myopia Control Management dan Low Vision.
Managing Director Hoya Lens Indonesia Dodi Rukminto mengungkapkan, Miyosmart Goes to School hadir di sekolah setelah liburan semester. Sebab, kembali ke sekolah merupakan waktu yang tepat untuk mengecek kesehatan mata peserta didik dan memberikan penanganan jika diperlukan.
"Miyosmart Goes to School merupakan program perusahaan untuk mendeteksi gangguan refraksi atau kesulitan melihat benda secara jelas pada anak usia sekolah," kata Dodi dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/1).
Saat ini, kata dia, banyak anak usia sekolah menunjukkan gejala gangguan refraksi khususnya myopia seperti rabun jauh atau mata minus saat proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini mengganggu kegitanan belajar siswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dijelaskan, contoh gejala mata minus dapat dilihat bila seorang anak sering memicingkan dan mengucek mata, mendekati objek seperti papan tulis untuk melihat dengan jelas, mudah mengalami mata lelah, dan lain-lain.
"Di acara ini juga ada edukasi untuk orangtua tentang opsi kontrol myopia atau manajemen myopia. Salah satu inovasi terkini dalam manajemen myopia dengan tingkat efikasi tertinggi di Indonesia saat ini adalah lensa kacamata terapi Miyosmart yang dapat menahan laju pertumbuhan minus pada anak," jelasnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan mata dan edukasi melalui kegiatan ini dilakukan karena tingkat kesadaran terhadap kesehatan mata di Indonesia masih sangat rendah, terutama dalam hal risiko dan penanganan myopia pada anak. Hal ini dibuktikan dalam kegiatan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Banyak anak usia sekolah mengalami myopia yang cukup tinggi, tetapi masih belum dikoreksi menggunakan kacamata. Bahkan, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anaknya mengalami myopia. Selain itu, banyak juga orang tua yang belum pernah memeriksakan kondisi mata anaknya," kata Dodi.
Ia menambahkan, masih banyak orang tua yang tidak mengetahui pertumbuhan myopia pada anak dapat dikontrol atau ditahan dengan opsi manajemen myopia yang ada. Semakin dini penanganan yang dilakukan, semakin besar peluang untuk menghindari penyakit mata yang lebih serius di kemudian hari.
"Oleh karena itu, kami sangat sarankan orangtua unuk memeriksakan kesehatan mata anaknya sesegera mungkin dan memberikan penanganan terbaik seperti manajemen myopia" tandasnya.
Marketing Assistant Manager Hoya Lens Indonesia Nihla Azkiya menambahkan, pemeriksaan mata gratis melibatkan lebih dari 300 peserta didik dari jenjang SD hingga SMP di An-Nahl Islamic School Kabupaten Bogor.
"Kami memberikan surat rekomendasi beserta hasil dari deteksi dini yang ditujukan untuk orangtua sang anak. Hal ini dilakukan supaya orangtua dapat melakukan tindakan preventif, serta memberikan penanganan yang efektif apabila ada indikasi gangguan penglihatan," katanya.
Nihla berharap, kegiatan ini bisa membuat orang tua lebih memperhatikan kesehatan mata anaknya, dan memberikan kesadaran lebih terhadap pentingnya memperhatikan kesehatan mata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!