Menko PM: Jangan Ulangi Kegagalan Penanggulangan Kemiskinan
📅 Sabtu, 14 Feb 2026, 01:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dok Kemenko PM
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menekankan pemerintah tidak boleh mengulang kegagalan menanggulangi kemiskinan nasional. Ia menilai program pengentasan kemiskinan selama 20 hingga 55 tahun terakhir kerap gagal mencapai target optimal.
“Perjalanan mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa panjang berliku, sesekali berhasil namun kerap diwarnai kegagalan berulang. Hampir tidak pernah target-target itu terpenuhi dengan baik, kita mengalami kegagalan yang fundamental dalam pendekatan dan strategi penanggulangan kemiskinan,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini dalam Acara Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya dengan tema 'Pulih Bersama, Bangkit Berdaya', Jumat (13/2).
Melalui Gerakan Indonesia Berdaya, kata Cak Imin, pemerintah berkomitmen menghadirkan pendekatan baru yang lebih efektif dan berkelanjutan. Muhaimin mengakui tingkat kemiskinan Indonesia per September 2025 tercatat turun menjadi 8,25 persen.
“Dengan Gerakan Indonesia Berdaya ini, kita tidak ingin mengulangi kegagalan. Pemerintah dan kita semua harus sukses menanggulangi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan,” kata dia.
Lebih lanjut, Muhaimin mengingatkan capaian tersebut tidak akan berarti tanpa pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk filantropi, berkolaborasi dan saling belajar memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hasil itu tidak ada artinya jika kita tidak menghadirkan pemberdayaan yang utuh bagi masyarakat dan tantangan ke depan jauh lebih serius. Kita harus saling belajar dan menjadikan pengalaman gerakan filantropi sebagai referensi membangun pemberdayaan berkelanjutan bersama,” ucap Muhaimin.
Sementara, itu Deputi Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menyebut Indonesia menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga lima persen pada 2029. Oleh karena itu, ia menekankan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Ini kita tidak mulai dari 0 karena sebelumnya kita juga ada kerja-kerja bareng. Karena sebelumnya kita bersama-sama bersinergi secara terukur di kebencanaan Sumatera,” kata Nunung. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!