Menko Pangan Dorong Percepatan Swasembada Garam 2027
📅 Senin, 09 Mar 2026, 16:59 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan
JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong percepatan transformasi industri pergaraman nasional menuju target swasembada garam pada 2027.
Hal tersebut disampaikan Menko saat meninjau pabrik PT Garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional (P3N).
“Karena itu kehadiran saya sebagai Menko Pangan untuk memastikan percepatan pembangunan pabrik garam baru dan peningkatan produksi nasional menuju swasembada tahun 2027,” kata Zulhas berdasarkan keterangannya di Jakarta, Senin.
Dalam kunjungannya pada Minggu (8/3) tersebut, ia menegaskan pentingnya transformasi PT Garam agar dapat semakin berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah, khususnya di Pulau Madura.
Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap rencana PT Garam untuk melakukan ekstensifikasi lahan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pulau Rote.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain perluasan lahan, pemerintah juga mendorong inovasi produksi melalui penerapan teknologi mechanical vapor recompression (MVR) dan sea water reverse osmosis (SWRO), yaitu teknologi yang membantu pemurnian air laut untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas garam industri.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya substitusi impor garam secara bertahap.
Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah mendorong pembangunan serta penguatan fasilitas produksi garam di sejumlah daerah, seperti di Rote, Nusa Tenggara Timur, Gresik, Jawa Timur, serta daerah potensial lainnya guna meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Zulhas mengajak petambak garam rakyat untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda swasembada garam nasional melalui perbaikan manajemen lahan agar produktivitas dan kualitas garam meningkat.
Pemerintah daerah diminta berkolaborasi dengan petambak guna mencegah alih fungsi lahan garam rakyat.
Pemerintah menargetkan pada 2027 kebutuhan garam nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri sehingga hasil panen petambak dapat terserap oleh industri yang membutuhkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi garam nasional dalam beberapa tahun terakhir berkisar sekitar 1–2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 4,5–5 juta ton, sehingga sebagian kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian juga menilai upaya mencapai swasembada garam industri masih memerlukan waktu karena terdapat sejumlah tantangan struktural di sektor pergaraman nasional.
Ia menjelaskan, sebagian besar tambak garam rakyat masih mengandalkan proses penguapan alami dari panas matahari sehingga produksi sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan anomali iklim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!