Menkeu Siapkan Anggaran Maung untuk Menteri, Tunggu Industri Siap
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas jenis Maung bagi menteri dan wakil menteri, namun penyalurannya menunggu kesiapan industri.
Menurut Purbaya, pemerintah tahun ini telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan kendaraan jenis jip tersebut, namun pelaksanaannya ditunda lantaran kapasitas PT Pindad sebagai produsen belum memadai. “Tahun ini harusnya ada (anggaran), tapi rupanya kapasitasnya (PT Pindad) belum cukup.
Jadi, (anggaran) dibalikkan tahun ini,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa. Seperti dikutip dari Antara, Purbaya mengatakan penyaluran anggaran kendaraan taktis ringan Maung bergantung pada kesiapan industri.
Bila industri siap pada tahun depan, Purbaya pun siap untuk menyalurkan anggaran. “Tergantung industrinya. Kalau saya kan targetkan uangnya ada. Nanti kalau saya masuk ke industri, dibilang ikut campur. Tapi kami siap,” ujarnya. Rencana pengadaan kendaraan Maung untuk menteri dan wakil menteri disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil memproduksi kendaraan jenis jip yang digunakan oleh para pejabat dan perwira TNI. Kendaraan itu menjadi kebanggaan tersendiri karena dirancang dan dibuat di dalam negeri. “Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga kita tidak pakai jip buatan negara lain. Kita pakai jip buatan RI sendiri. Komandan pasukan kita, kalau naik kendaraan pimpin pasukan dia bangga dia pakai jip buatan Indonesia,” kata Presiden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo juga menyampaikan agar penggunaan kendaraan tersebut diterapkan secara luas di lingkungan pemerintahan dan militer. “Dan sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua.
Saya enggak mau tahu, yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil kau bolehlah kau pakai mobil itu,” pungkas Prabowo. Prabowo pun menuturkan pemerintah telah memulai langkah awal untuk menghadirkan mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun mendatang. Pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan dalam negeri. Saat ini, tim pengembang disebut tengah bekerja menyiapkan hal tersebut.
Harus Dipaksa
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Dede Yusuf menilai bahwa perintah dari Presiden Prabowo terkait penggunaan kendaraan Pindad Maung untuk para menteri sebagai kendaraan dinas sehari-hari memang perlu “dipaksakan”.
Sebab, kata dia, jika para pejabat-pejabat mau menggunakan produksi dalam negeri, maka ke depan masyarakat juga bisa melihat mobil tersebut sebagai alternatif daripada produk mobil Eropa, Asia, maupun lainnya.
“Sama seperti ketika Tiongkok atau Malaysia dulu memproduksi mobil-mobilnya sendiri, maka yang pertama kali didorong adalah para pejabatpejabat yang dibayar oleh negara untuk menggunakan,” kata Dede di kompleks parlemen, Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!