Menkeu: Risiko Global Masih Bayangi Ekonomi Indonesia
📅 Senin, 22 Sep 2025, 18:00 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ANTARA/Andi Firdaus
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan ketidakpastian global masih membayangi perekonomian nasional. Hal itu disampaikannya konferensi pers APBN KITA edisi September 2025, Senin (22/9).
Menurut dia, konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi menjadi faktor utama. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berpotensi menimbulkan risiko rantai pasok.
Kondisi seperti itu bisa memengaruhi stabilitas ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia. "Risiko global harus tetap diwaspadai karena dapat mengganggu laju pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar dia.
Purbaya mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya tahan ekonomi. Fokus utama diarahkan pada pembiayaan prioritas dan penguatan program perlindungan sosial.
Belanja negara tercatat mencapai Rp1.160,3 triliun hingga Agustus 2025. Realisasi tersebut terdiri dari belanja kementerian dan lembaga serta belanja non-kementerian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menambahkan realisasi anggaran pendidikan mencapai Rp357,1 triliun atau 49,3 persen dari APBN. Ini digunakan untuk beasiswa, bantuan operasional, hingga dukungan kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurut Wamenkeu, kesehatan juga menjadi prioritas dengan realisasi Rp119,6 triliun atau 54,7 persen PDB. "Dana tersebut digunakan untuk layanan kesehatan masyarakat dan revitalisasi sarana kesehatan," ujar dia.
Pemerintah juga mendorong program prioritas seperti sekolah rakyat, makan bergizi gratis (MBG), dan cek kesehatan gratis. Sebanyak 100 sekolah rakyat telah beroperasi dengan hampir 10 ribu siswa dengan realisasi anggaran mencapai Rp788,7 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan program MBG telah melayani lebih dari 22 juta penerima hingga September 2025. "Targetnya sebanyak 82 juta penerima dengan dukungan dapur umum di berbagai daerah," kata Wamenkeu.
Suahazil menambahkan pemerintah telah menyalurkan subsidi energi dan pangan dengan total Rp218 triliun. Hal itu mencakup subsidi untuk BBM, LPG, pupuk, dan komoditas pangan strategis.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur mendapat alokasi Rp142,1 triliun. "Anggaran digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga perumahan rakyat," ucap dia.
Wamenkeu berharap, percepatan belanja pusat dan daerah dapat menjaga momentum pertumbuhan. "Pemerintah menargetkan APBN terus menjadi instrumen penting bagi kesejahteraan rakyat," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!