Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag: Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana Sumatra Terus Berlangsung

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menag: Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana Sumatra Terus Berlangsung Doc: ANTARA
Ket. Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan, masjid, dan mushala di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus berlangsung dan sebagian besar sudah kembali beroperasi.

“Sekarang, Alhamdulillah, kita bisa lihat sudah dilakukan rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2).

Dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, Kemenag menetapkan skala prioritas perbaikan rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren, untuk segera dipulihkan agar bisa difungsikan kembali.

Banjir di Sumatera berdampak pada 773 madrasah, 1.173 pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 Kantor Urusan Agama (KUA). Dari jumlah itu, kata dia, saat ini masih ada 110 madrasah yang masuk kategori rusak parah dan 13 lainnya bahkan harus direlokasi.

Selain itu ada 107 pesantren juga rusak parah. Untuk rumah ibadah, Menag menyebut 40 unit terdampak berat yang terdiri atas 16 masjid dan 24 gereja. Ada juga satu KUA yang rusak berat.

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.066 pondok pesantren sudah beroperasi dan kegiatan belajar-mengajar juga sudah berjalan. Selain itu 1.553 rumah ibadah sudah digunakan, dan 101 KUA sudah beroperasi. Untuk satu KUA yang rusaknya paling berat, kata dia, Kemenag menyiapkan layanan sementara.

Menag menjelaskan skema perbaikan bangunan madrasah yang melibatkan dengan kementerian lain. Ia mengatakan renovasi dan pembangunan gedung madrasah dikerjakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk renovasi dan pembangunan gedung-gedung madrasah kami kerja sama dengan Kementerian PU,” ujarnya.

Terkait pendanaan, Menag menyampaikan pihaknya menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas yang rusak berat, termasuk rencana penanganan tambahan.

Menag Nasaruddin Umar menyebut 123 madrasah masuk dalam perencanaan aksi rehabilitasi dan rekonstruksi rusak berat. Untuk dukungan sarana dan prasarana serta kebutuhan pembelajaran, Kemenag mengusulkan anggaran Rp85,5 miliar.

Untuk 107 pondok pesantren, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp74,1 miliar. Sementara untuk 40 rumah ibadah, bantuan stimulasi rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp20 miliar.

Adapun untuk satu KUA yang harus dipindah, Menag menyebut kebutuhan pengadaan lahan dan rekonstruksi senilai Rp3 miliar karena memang sudah harus dipindah.

“Alat-alat berat turun dan siang dan malam mereka bekerja, sehingga hasilnya bisa kita lihat seperti berikut. Kita juga sudah lengkapi sebagian besar mimbarnya, sound system-nya, kemudian listriknya, termasuk juga jaringannya," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.