Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Megatsunami Dickson Fjord Setinggi Gedung Pencakar Langit

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 07:48 WIB | Oleh:
Megatsunami Dickson Fjord Setinggi Gedung Pencakar Langit Doc: Foto: Wieter Boone / Flanders Marine Institute
Ket. Dickson Fjord di Greenland pada Agustus 2023. Hanya beberapa minggu kemudian, sebagian besar gunung longsor ke laut.

TANGGAL 16 September 2023 ada peristiwa dahsyat yang melanda Dickson Fjord di Greenland. Tempat ini mengalami tanah longsor kolosal yang memicu megatsunami. Namun tsunami tersebut tidak langsung teramati karena adanya formasi seiche.

Penelitian terbaru mengungkap adanya tsunami setinggi 650 kaki atau 198,12 meter yang terjadi di Dickson Fjord. Peristiwa ini menyebabkan Bumi berdenyut dengan sinyal seismik berirama setiap 90 detik selama sembilan hari.

Riset itu menggunakan teknologi satelit generasi berikutnya dan pembelajaran mesin mengungkap bagaimana gelombang yang disebut seiche, bergerak maju mundur di Fjord, menciptakan getaran seismik global. Peristiwa ini menyoroti dampak tersembunyi dari perubahan iklim di wilayah Arktik yang terpencil dan menandai terobosan dalam teknologi pemantauan Bumi.

Pada bulan itu, stasiun seismik di seluruh dunia mulai menangkap sinyal berirama yang tidak biasa yang berulang setiap 90 detik. Denyut yang stabil ini berlanjut selama sembilan hari dan kembali sebentar sebulan kemudian.

Denyutnya lemah, tidak seperti gempa bumi biasa, tetapi cukup kuat untuk tercatat di seluruh benua dari Alaska hingga Australia. Para ilmuwan saat itu bingung, karena tidak ada gempa bumi, letusan gunung berapi, atau ledakan yang menyebabkannya.

Sumbernya ditelusuri berada di Dickson Fjord sebuah wilayah yang sangat terpencil di Greenland Timur, sebuah teluk sempit yang dibatasi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi. Namun, apa sebenarnya yang memicu hentakan global yang konstan ini?

Jawabannya terletak pada bencana alam besar. Pada 16 September 2023, lebih dari 25 juta meter kubik batu dan es volume yang cukup besar untuk mengisi 10.000 kolam renang kelas Olimpiade runtuh dari lereng gunung ke Dickson Fjord.

Kejatuhan es di lautan itu memicu mega-tsunami dengan gelombang yang mencapai ketinggian 650 kaki. Ukuran ini  sekitar setengah dari tinggi Gedung Empire State, sebuah pencakar langit yang memiliki sebanyak 102 lantai di New York.

Gelombang tersebut melonjak di sepanjang fjord sepanjang dua mil, menghantam tebing dan memantul kembali, menciptakan gerakan air yang berkepanjangan yang dikenal sebagai seiche. Tidak seperti tsunami, yang bergerak keluar sebagai gelombang raksasa tunggal, seiche terjadi ketika air berosilasi berulang kali di ruang tertutup. Pergerakan yang terus berlangsung ini menghasilkan denyut seismik berirama yang dapat dideteksi di seluruh dunia.

Ilmu di Balik Gelombang

Tsunami disebabkan oleh perpindahan air yang tiba-tiba dan besar biasanya karena gempa bumi, tanah longsor, atau letusan gunung berapi dan bergerak sebagai gelombang tunggal yang besar. Namun, seiche adalah gelombang berdiri yang terbentuk di badan air yang tertutup atau setengah tertutup, seperti danau atau fjord. Gelombang ini dapat dipicu oleh tanah longsor atau angin kencang, yang menyebabkan air bergoyang maju mundur dalam irama yang stabil.

Di Dickson Fjord, bentuk yang sempit dan tertutup tersebut menjebak energi tsunami. Gelombang tersebut tidak dapat lepas, sehingga terus memantul, mengirimkan energi seismik frekuensi rendah melalui kerak bumi selama berhari-hari.

Bagaimana satelit canggih dan pembelajaran mesin memecahkan teka-teki? Misteri itu terungkap berkat satelit Surface Water and Ocean Topography (SWOT), misi gabungan NASA dan badan antariksa Prancis yang diluncurkan pada Desember 2022.

Tidak seperti satelit tradisional yang memindai garis-garis sempit, SWOT menggunakan teknologi Ka-band Radar Interferometer (KaRIn) untuk memetakan petak-petak permukaan laut yang luas dengan sangat rinci.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.