Mau Berangkat Haji? Jangan Lupa Pakai Tabir Surya SPF Tinggi Atasi Paparan Sinar Matahari di Tanah Suci
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Dokter ahli estetika di Miracle Ultimate Clinik dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.) mengatakan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi mulai 50 hingga 80 bisa menjaga kulit jamaah haji dari paparan sinar matahari di Tanah Suci.
“Pakai aja SPF high. SPF 80 ada. Itu untuk seharian masih oke, bisa untuk seharian,” kata Dewita kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Sun Protection Factor (SPF) merupakan angka yang menunjukkan tingkat kemampuan tabir surya (sunscreen) melindungi kulit dari sinar UVB penyebab kulit terbakar (sunburn) dan kanker kulit.
Ia mengatakan SPF tinggi bisa diaplikasikan sekali untuk seharian di bawah sinar matahari dan tidak perlu melakukan pengaplikasian ulang hingga lima jam.
Penggunaan tabir surya juga wajib digunakan 20 menit sebelum beraktivitas di luar yang terpapar langsung di bawah sinar matahari agar ada proses penyerapan ke dalam kulit terlebih dahulu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penggunaannya adalah minimum SPF 50, dan jumlahnya itu harus tepat. Jangan terlalu sedikit, tetapi secukupnya adalah 2 ruas jari. Dan dipakai 20 menit sebelum keluar,” katanya.
Dewita mengatakan pengaplikasian ulang tabir surya bisa dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya jika berkeringat atau wajah basah bisa dipakai ulang setelah kulit kering.
Ia juga mengatakan penting untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan pertahanan kulit agar bisa mengatasi kondisi cuaca panas ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika diperlukan, jamaah juga bisa melakukan perawatan kulit dua minggu sebelum keberangkatan untuk meningkatkan nutrisi kulit dengan skin booster salmon DNA, perawatan hyaluronic acid dan penguatan skin barrier dengan facial atau peeling jika ingin terlihat lebih segar.
“Pada saat kita sudah ke luar negeri itu cuacanya masih berubah ekstrem dibandingkan dengan di Indonesia, maka wajah bisa terlihat lebih kusam. Sehingga penting sekali untuk merawat sebelum berangkat. Dan ketika kita sudah mengonsultasikan dengan dokter, dokter juga akan meresepkan obat-obat seperti anti-iritasi untuk berjaga-jaga aja,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!